Archive for the Renungan Category

Deus Otiosus : “Mungkin Tuhan mulai Bosan”?

Posted in Renungan on October 27, 2010 by Muhsin Labib

Tiga bencana datang berurutan dalam waktu yang berdekatan, banjir Wasior lalu tsunami kecil di Mentawai dan letusan gunung merapi di Jogja dan sikitarnya. Selain itu, banjir yang menjadi agenda rutin Jakarta dan sejumlah daerah. Bangsa Indonesia yang sudah kembang kempis secara ekonomi, didera antrian panjang bencana alam dan bencana kecelakaan mulai dari tsunami, gempa, longsor, badai, banjir, luapan lumpur hingga kecelakaan transportasi darat, laut dan udara. Masyarakat cemas. Pejabat negara nyaris putus asa. Continue reading

Advertisements

Jiwa Rebah

Posted in Renungan on August 19, 2009 by Muhsin Labib

“Kemarau dosa berganti semi ampunan. Selamat menunaikan puasa Ramadan. Mohon maaf atas semua kesalahan.” Itu salah satu teks SMS yang saya terima menjelang bulan suci Ramadan. Continue reading

Belanda Sudah Hengkang, tapi Pejuangan Belum Selesai

Posted in Renungan on August 16, 2009 by Muhsin Labib

Banyak orang yang miskin informasi dan wawasan tapi tidak bisa menahan syahwat mulut sehingga sering membahas masalah tapi tanpa dasar pengetahuan yang memadai, bahkan kadang tidak hanya itu, memberikan penilaian yang bisa berakibat pencemaran nama baik, pembunuhan karakter, pembodohan publik dan kezaliman masal. Continue reading

Lebih Cepat Lebih Baik

Posted in Renungan on June 9, 2009 by Muhsin Labib

Sejak memasuki usia 40 tahun, saya bertekad melakukan beberapa hal baru. Salah satunya adalah berolahraga demi memperkuat jantung dan mengusir lemak yang menumpuk di area perut. Untuk itu, adik saya menyarankan saya membeli alat olahraga, sebuah treadmill dengan perangkat penunjangnya seperti sepatu khusus running, kaos khusus running dan sebagainya. Continue reading

Calon Maling

Posted in Renungan on May 1, 2009 by Muhsin Labib

Ketidaktahuan atau kebodohan (al-jahl) dapat diartikan ketakhadiran konsep yang sesuai dengan realitas. Kata jahl pada mulanya dalam bahasa Arab merupakan kata kerja, yang kemudian dijadikan kata sifat. Karena itu jahl lebih tepat diartikan “nir-tahu” ketimbang “bodoh” yang bersifat negatif. Jahl menjadi sifat (jahil) manakala seseorang membiarkan dirinya menjadi objek pembodohan. Continue reading

Derma Sesaat

Posted in Hikayat & Hikmah, Renungan on April 1, 2009 by Muhsin Labib

Suatu hari tampak seorang wanita tua sedang tertatih berjalan sambil membawa timba air. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba berpapasan dengannya, dan segera meminta timba yang tampak memberatkan wanita itu. Pria itu membawa timba tersebut ke arah rumah yang dituju wanita tua itu. Continue reading

Golpul

Posted in Renungan on February 27, 2009 by Muhsin Labib

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sepanjang bulan-bulan ini, yang perlu diwaspadai bukan hanya datangnya musim penghujan yang merugikan hajat hidup orang banyak. Melainkan juga “musim suap” menjelang pemilu 2009. Continue reading