Kekesalan Roy soal Foto “Ngupil”nya

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo Notodiprojo, merasa mengalami upaya pembunuhan karakter yang dilakukan secara sistematis. Keluhan ini berkaitan dengan beredarnya foto dan rekaman dirinya saat ”ngupil” dan berteriak ”huuu…” dalam Rapat Paripurna DPR untuk kasus Bank Century, awal Maret lalu.

Dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Selasa (9/3/2010), Roy merasa upaya sistematis tersebut kian menjadi sebab hingga saat ini rekaman ataupun foto tersebut masih terus beredar.

Ia menguraikan, teriakan ”huu…” yang dilakukannya saat rapat paripurna tidak hanya dilakukannya sendiri. Namun, ekspos tentang kasus itu hanya mengarah kepada dia. ”Ada satu televisi berita yang memang ’terlalu cinta’ kepada saya, demi pesanan tertentu, membuat character assassination, maka satu kamerawati terus men-shoot saya dan merekam sepanjang acara,” kata Roy.

Hasil rekaman berupa teriakan ”huu…” dan aktivitas mengorek hidung itu lantas diputar berulang-ulang dan foto capture-nya disebarkan melalui berbagai sarana komunikasi. Namun, interupsinya pada hari kedua, untuk meminta maaf kepada semua anggota DPR atas ulahnya pada rapat paripurna pertama, tak pernah disiarkan secara proporsional. ”Itu hanya diketahui pada saat siaran live pagi harinya,” kata Roy.

”Sekarang ditambah dengan diedarkannya foto capture ketika saya pas sedang melakukan gerakan–maaf–mengorek hidung (ngupil) pada hari berikutnya melalui berbagai sarana komunikasi, seperti televisi, mailing list, Facebook, Twitter, MMS, Blackberry Messenger, dan Group BBM,” ungkap Roy. ”Kalaupun mau dicari-cari, setiap manusia pasti akan melakukannya, (ngupil) meski hanya beberapa detik,” ungkap Roy.

Namun, Roy mengaku tak akan memperpanjang peristiwa yang dirasakan sebagai ketidakadilan tersebut. Sejalan dengan itu, pada bagian awal rilisnya ini, ia memberikan tajuk ”Character assassination yang saya alami dan maafkan”.(kompas)

Advertisements

4 Responses to “Kekesalan Roy soal Foto “Ngupil”nya”

  1. Benny Mulia S. Says:

    Untung saja upilnya nggak dimakan

  2. yang teriakan “huuu…” nya itu loh yang sangat tak pantas, kalau kemudian kamera tersorot ke beliaunya walaupun karena mmg menjadi incaran kamera ya tetap tidak menjadi masalah, kalau beliaunya mempermasalahkan ya tidak pantaslah ia menjadi wakil rakyat yang mana mesti mempertanggungjawabkan segala hal yang berkaitan dengan kinerjanya, itu sudah konsekuensinya, sedangkan ngupilnya itu hanya kebetulan tersorot, ia berteriak “huu..” karena alasan terbawa suasana adalah alasan yang tidak pantas/ kekanak2an

  3. kalau ngga dimakan pasti diusapkan di bawah meja
    jadi sepertinya bawah meja di senayan itu kasar-kasar penuh upil kering… hahahahah

  4. Tikus senayan Says:

    bisa aja loe ngeles,bilang tidak adil lah,pembunuhan karakter lah…
    urusin tuh rakyat,,jangan upil aja loe urus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: