“Wisata Bunuh Diri”

Swiss sejak lama menjadi negara tujuan bagi para pasien sakit sulit sembuh untuk mengakhiri hidupnya. Sejumlah pihak menyebut cara yang oleh sejumlah media disebut “turis bunuh diri” itu ditempuh untuk mengakhiri penderitaan mereka.

Namun, kini, Swiss menggodok undang-undang yang akan membatasi praktik membantu bunuh diri terhadap orang-orang yang sakit sulit sembuh atau bahkan melarang total. Jika UU itu disetujui, pemerintah akan memberikan arahan dan pembatasan spesifik siapa-siapa yang boleh melakukan “bunuh diri”.

Baru-baru ini, sejumlah orang yang tidak memperoleh izin mengakhiri hidup di negaranya kemudian pergi ke Swiss, di mana izin itu mudah didapat.

Dan James (23), pemain rugbi asal Inggris, mengakhiri hidupnya di sebuah klinik yang membantu bunuh diri di Swiss tahun lalu. Dia lumpuh mulai leher ke bawah karena kecelakaan saat bermain rugbi. Sakitnya memang kronis, tetapi masih ada peluang sembuh. Kasus James menjadi berita besar di media ketika orangtuanya, yang menemani anaknya pergi ke Swiss, diperiksa polisi Inggris. Namun, pada akhirnya orangtua James tidak diadili.

Advertisements

2 Responses to ““Wisata Bunuh Diri””

  1. perlu pencerahan rohani sehingga tidak ngambil jalan sesat

  2. orang-orang yang mudah putus asa perlu ada yang menasehati
    juga perlu penyadaran secara khusus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: