Penanti “Mukjizat Terakhir” Muhammad saw

Sungguh benar qaul-Mu, “bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamba yang saleh”. Setiap hari kesusuhan, keteraniayaan, kemsikinan dan keterasingan orang-orang yang saleh terus meningkat. Masjid-masjid diledakkan. Pasar-pasar dihanguskan. Para pecinta Nabi dan keluargamu terus bergelimpangan. Jiwa-jiwa para pendamba kebenaran diteror. Kebaikan dan kasih dicampakkan. Suara-suara merdu dilenyapkan oleh bising kesombongan. Gelisah menyergap dada kami. Sedih merundung hati kami. Kami semua berada dalam duka panjang.

Tuhan, isyarat-Mu telah datang, tapi mungkin tirai hati kami menghalanginya. kami yakin Kau pasti membaca dan menangkap makna-makna di balik aksara terbata-bata ini. Mereka yang membacanya tentu turut menggumamkannya, meski dada mereka sesak oleh derita demi derita lain.

Tuhan, sampai kapan kami harus mengarungi samudera kesabaran tak bertepi ini? Mestikah kami menerimanya sebagai pertanda tawakkal dan kepasrahan, atau mengidamkan daratan sebagai pertanda pengharapan?

Tuhan, banyak orang yang amat menanti ijabah-Mu, keajaiban-Mu, anugerah-Mu melalui doa hamba-Mu yang dipandang dengan sangka baik. Mereka terlanjur yakin bahwa ‘peristiwa luar biasa” adalah ‘peristiwa biasa’, dan memang perbedaan itu tidak berlaku bagiMu. Derita dan duka mereka masing-masing terlalu besar untuk kami dan mereka, dan karena itu, keajabian-keajaiban itu menjadi jalan pintas.

Tuhan, raih tangan kami dari jurang ‘putus asa’. Hadapkan wajah kami pada diri-Mu. Nayalakan api semangat dalam relung jiwa kami. Perintahkan jiwa-jiwa suci membantu kami dengan lantunan doa mereka.

Ya Allah, kepada siapa lagi selainMu, kami mesti mamerkan butir-butir hangat yang membasahi pipi sembari mengemis pertolongan.

Ya Allah, kami memang kurang bersyukur dan sangat lemah karena tak tahan memikirkan duka yang merundung mereka. tapi, kami yakin Engkau sangat memakluminya.

Ya Allah, sengaja kami pampangkan lantunan doa ini di lembar umum ini agar hati para pembacanya tersentuh untuk turut merayuMu, mendambaMu dan memohon pertolonganMu..

Ya Allah, semula kami khawatir Engkau menganggap kami putus asa, tapi kami abaikan karena kami tahu Kau menyuruh kami untuk selalu mengetuk pintu rahmat dan maafMu.

Ya Allah, sekiranya Engkau memang berencana untuk mendidik kami dengan ‘cubitan-cubitan sayang’, maka kami menerimanya. Namun, kiranya Engkau berkenan untuk memberi kami isyarat dan melepaskan mereka dari derita-derita itu.

Ya Allah, maafkanlah kelancangan dan sikap kurang ajar kami. Pandanglah kami dengan mata maafMu dan cantumkanlah nama kami dalam daftar orang-orang yang berlabuh di dermagaMu dengan perahu Nuh yang dinahkodai Muhammad.

Ya Allah, dengan bekal mungkin “hasrat berwilayah” , kami yakin Engkau pasti akan membentangkan jalan keluar yang luas dan lurus. Maafkanlah bila kami terkesan memaksaMu untuk menyegerakan turunnya mukjizat terakhir Muhammad-Mu.

Ya Allah, segerakanlah kehadiran “bukti cintaMu”… Kami menanti isyaratMu, menggelar permadani merah menyongongnya…berbaris dengan cucuran mata keharuan dan suka cita…

Advertisements

6 Responses to “Penanti “Mukjizat Terakhir” Muhammad saw”

  1. hati saya larut dalam puisi ini.
    Ya Allah… kiranya Engkau berkenan mengabulkan permohonan kami.

  2. amiiin….

  3. abu al hasan Says:

    Semoga kita tidak ingkar, saat Muhammad yang ini hadir di depan kita. semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita, agar mampu mengenal beliau, dan tanda tanda zaman kehadirannya.

    Salam kepada Sayyid Ali Al Husayni Al Khamene’i. semoga kita tidak meninggalkan beliau.

  4. wahyu btm Says:

    Ya Allah, singkirkanlah dari jiwa kami dendam.
    terhadap saudara-saudara kami yang mungkin tidak mengerti.
    sehingga mampu melakukan perbuatan keji atas namaMu.
    padahal kami tahu bahwa itu bukan kehendakMu.
    Berilah mereka kesadaran segera ya Allah…
    bahwa mereka telah tertipu oleh iblis yang terkutuk.

    Ya Allah, jadikankanlah pertunjukan drama drama kesabaran saudara2 kami itu sebagai jalan nyatanya qaulMu.
    Atau mungkin ini merupakan pelajaran abadi bagi kami, bahwa setiap yang bernuansa prestasi, harus didahului dengan berbagai kesulitan.

    Ya Allah, sungguh benar firmanMu bahwa “tidak dikatakan seorang itu beriman kecuali sudah diuji”

    Ya Allah, masukkanlah kami sebagai golongan orang2 yang diuji, jangan masukkan kami segolongan orang yang Engkau murkai,

  5. ya Allah, kami terharu dengan kata2 hambamu ” walaupun kami tinggal separo kami tidak akan melakukan balasan”, betapa sayangnya hambamu kepada sesama.

  6. Ali Alaydrus Says:

    Ya Rabbi jgn kau palingkan RahmatMu pada hambaMu yg kotor ini..karena hamba yakin hanya Rahmat & syafaat NabiMu Muhammad SAAW & Ahlul Baitnya yang bisa menolong hamba.. Illahi Ya Karim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: