Bekuk Perampok, Kasir Bank Malah Dipecat

Mau berbuat baik malah kena hukum. Situasi itulah yang melanda seorang petugas kasir bank di kota Seattle, Amerika Serikat (AS). Dia dipecat hanya karena mengejar seorang perampok.

Jim Nicholson, demikian nama si kasir, telah bekerja selama lebih dari dua tahun untuk Key Bank di kantor cabang gedung The Seattle Center. Pria berusia 30 tahun itu mengaku paham dengan kebijakan kantor yang tergolong aneh, namun masih tergolong wajar: mengharuskan pegawai untuk mematuhi perintah perampok dan jangan membuat konfrontasi saat bank tempat mereka bekerja disambangi perampok.

Namun, kejadian pada hari Selasa, 28 Juli 2009, membuat Jim alpa mematuhi aturan. Kepada harian The Seattle Times, Jim mengaku saat itu berinisiatif membekuk seorang calon perampok. Pelaku adalah seorang pria kurus memakai topi, mengenakan kaca mata dan baju serba hitam.

Kepada Jim, pelaku menyodori sebuah ransel berwarna hitam sambil minta agar tas itu diisi dengan uang. Merasa yakin bisa membekuk si perampok, Jim malah membuang jauh-jauh ransel itu sambil mencekal baju perampok dan meminta dia agar menunjukkan senjata.

Merasa kalah gertak, si perampok memilih mengambil langkah seribu alias kabur. Namun, sudah keburu emosi, Jim pun mengejar si perampok dan bisa membekuknya berkat bantuan seorang pejalan kaki.

Jim lalu menahan si perampok sampai datang bantuan dari polisi. Namun, bukan bonus dan penghargaan yang dia terima, Kamis berikutnya Jim malah menerima surat pemecatan.

Juru bicara Key Bank menolak berkomentar atas aksi heroik Jim yang tak berharga itu. Pasalnya, baik polisi maupun Biro Penyelidik Federal (FBI) tak menyarankan para pegawai bank untuk melakukan tindakan nekad itu.

Para pegawai sudah dilatih dan diperingkatkan untuk tetap mematuhi perintah perampok dan, kalau bisa, mengusir mereka keluar dari bank. Namun, para pegawai tidak perlu sampai mengejar perampok karena bisa membahayakan keselamatan yang bersangkutan. Lagipula, uang yang dirampok sudah dijamin oleh pemerintah federal.

Jim akhirnya mengakui kesalahannya. “Pimpinan sudah bilang ke kami agar patuhi saja apa kata perampok. Namun, saya bertindak mengikuti insting dan saya melakukan yang terbaik untuk meringkus dia,” kata Jim. “Saya pikir bila saya biarkan dia kabur, dia bakal merampok bank-bank lain dan bisa menimbulkan masalah lain,” lanjut dia . (AP/vivanews)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: