Muhtada, Menjadi Miskin agar Dialektika Dunia Bergulir…

png

Guratan-guratan wajahnya bisa dianggap etalase penderitaan. Meski jantungnya tidak normal, ia masih berusaha senyum. Ia adalah seorang lelaki yang ditinggal istrinya dan berusaha menjadi pelindung bagi anak-anaknya, yang perawan maupun yang kecil.

Orangnya cenderung menutup diri dan tidak mudah meminta bantuan. Ada yang yang bilang, dia merasa berhak menanggung derita itu karena masalalunya. Tapi itu tidak menghilangkan iba, malah meningkatkannya.

Dia dan keluarganya selalu berpindah dari penampungan ke rumah kontrakan ala kadarnya.

Karena derita panjang, sejumlah penyakit bersarang dalam tubuhnya, mulai dari jantung, liver dan lainnya. Saya tidak tahu persis. Yang jelas, relawan kemanusaiaan, bernama Hisam Sulaiman, salah satu friend di FB, telah menampung dan merawat orang-orang termarginalkan seperti dia. Tapi, karena Hisam dan teman-teman juga masih bisa dibilang semi miskin, sebagian tidak tertangani. Mas Ian, beberapa waktu lalu wafat di kontrakannya di Bekasi ujung karena penyakit jantung yang tidak bisa diobati karena biaya yang besar.

Kini, Muhtada terbaring di Rumah Sakit Budi Asih. Anak-anaknya kehabisan kata. Mereka pasti berdoa apalagi, ayahnya pengikut Ahlulbait, tapi jawaban Allah atas doanya tidak datang dari langit namun dari kalbu-kalbu di sekitarnya. Muhtada terlalu miskin dan dekil untuk dikenal oleh banyak orang.

Saat akan bertempur, Nabi mengumpulkan orang-orang miskin, cacat dan anak-anak yatim, lalu menoleh ke arah pasukannya seraya bersabda, “kemenangan, kesuksesan dan kekalahan serta kehancuran kalian semata-mata karena mereka” (seraya menunjuk orang-orang miskin itu).

Mereka akan selalu ada di tengah kita. Mereka dihadirkan untuk menjadi tempat kita mencari ridha Allah dan mengukur kepekaan dan mereload rasa kemanusiaan. Mereka menjadi miskin bukan karena tidak berupaya atau malas bekerja atau berjuang untuk bertahan hidup. Mereka menjadi miskin karena harus ada yang kaya dan miskin. Mereka mengambil opsi kedua agar dialetika dan dinamika dunia terus bergulir.

Beruntunglah mereka yang terus mencari orang yang memerlukan bantuan, tanpa perlu menunggu keluhan. Beruntunglah mereka yang terus menghidupkan Fathimah, Ali, Salman, Abu Zar dan Ammar dalam kehidupan tanpa hiruk pikuk pujian atau cemoohan…

Advertisements

7 Responses to “Muhtada, Menjadi Miskin agar Dialektika Dunia Bergulir…”

  1. knp nggak di tulis norek nya saja…
    biar yg mau berpartisipasi bisa transfer…langsung…ustad..
    usul kalo bisa bca kemunginan yg punya rekng ini banyak.

    ML: Saya kirim email. Mhn dicek

  2. bin alwi Says:

    ya..Allah…!! mudah2an pak muhtada lekas sembuh dari sakitnya, dan dibebaskan dari kemiskinan yg menyelimutinya.

  3. salam,

    ustadz, mohon infonya jika kami-2 yg hina ini ingin membantu
    bisa ditransfer ke rekening bank mana? agar kami tidak menjadi
    malu nanti dihari akhir, ketika kami berjumpa dengan Kakek kami yang Agung……………. mohon infonya
    biar ALLAH, Al Mustafa SAWW & Keluarga SuciNya yang membalas
    kebaikan antum

    ML: Mohon cek email…

  4. d3stealther Says:

    Allahumma bihaqqi Zahra wa abuuhaa wa ba’luhaa wa banuuhaa

  5. mengapa masih ada orang yang tega mengatakan, kemiskinan datang semata akibat kesalahan si miskin? mengapa masih ada oranng kaya dengan jumawa mengatakan bahwa kekayaannya datang semata karena usahanya, sehingga dengan mudah mepersalahkan si miskin akibat kemiskinannya? sampai batas apa orang kaya merasa cukup sehingga selalu bisa memberi harta kelebihannya bagi orang papa?
    apakah hanya orang miskin yang bertanggung jawab memikul beban penderitaan saudara yang juga miskin?
    ya Allah ust..ana g kuat melihat fenomena ini

  6. ALI ALAYDRUS Says:

    Bib no rek nya ? biar Al faqir bia sedikit mengurangi beban dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: