Setelah Ruhut, Malarangeng Bikin Blunder

malarangeng bersaudara

Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia Fadjroel Rachman mendesak Andi Mallarangeng untuk mengundurkan diri sebagai juru bicara presiden karena ia dinilai telah melakukan pelecehan dan penghinaan konstitusional terhadap hak politik setiap warganegara termasuk suku Bugis atau orang Sulsel.

“Andi berpikir dan bersikap diskriminatif secara politik terhadap suku bugis atau orang Sulsel dan menonjolkan perbedaan SARA dalam kampanye pilpres di Universitas Hasanuddin,” ujar Fadjroel di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pemerintahan demokratis di Indonesia tidak boleh diisi dan dijalankan oleh pejabat publik yang berpikir, bersikap dan bertindak serta melakukan diskriminasi politik terhadap warganegara atau suatu suku bangsa tertentu.

Untuk itu, Fadjroel berpendapat, mengundurkan diri adalah tanggungjawab etis dan politik terhadap Andi terhadap konstitusi dan demokrasi.

Sebelumnya saat berorasi kampanye di Makassar, Rabu (1/7), Andi yang juga Ketua Departemen SDM Partai Demokrat menyebutkan bahwa “belum saatnya orang Sulsel menjadi presiden.”

Pernyataan Andi Mallarangeng tersebut segera memancing protes masyarakat Sulsel yang kemudian menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut Andi meminta maaf dan mencabut pernyataannya.

Saat berunjuk rasa itu, Juru bicara Koalisi Rakyat Sulsel Anti Rasis, Subhan Djaya Mappaturung mengatakan bahwa perkataan Andi sangat tidak etis karena dianggap merendahkan satu etnis serta bertentangan dengan konstitusi dan semangat NKRI yang mengedepankan kesetaraan dan kesamaan pada semua kelompok suku.

“Pernyataan itu sangat menghina serta melukai hati suku-suku bangsa di Indonesia. Ada kesan dari pernyataan Andi bahwa hanya suku tertentu saja yang bisa jadi presiden. Padahal semua memiliki kesempatan yang sama,” kata Subhan.

Sementara itu Andi Mallarangeng membantah telah menghina masyarakat Sulawesi Selatan dalam pidato kampanyenya di Makassar Rabu (1/7). Kepada masyarakat Sulawesi Selatan, dia meminta agar ucapannya saat pidato kampanye didengar secara utuh.(antara)

Advertisements

18 Responses to “Setelah Ruhut, Malarangeng Bikin Blunder”

  1. setelah Org ARAB Indonesia sekarang Org SULSEL /BUGIS….
    blunder politik mendekati pemilu…
    ada apa ini SBY team …oon ape kepedeannn…sih

  2. jhon Tralalalalala Says:

    Grup SBY agak sedikit kider alias pedenya berkurang apalagi perhitungan dari team2 survei terakhir2 ini suara SBY agak menurun, makanya menyerang terselubung

  3. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    • wahyu btm Says:

      Menerapkan islam secara sempurna dan menyeluruh memang impian setiap muslimin.
      Tapi islam yang mana???
      Islam ala saudi, ala iran, ala mesir, ala indonesia, atau ala yang lain.

  4. kayak gini masih yakin 1 putaran….

    tim kampanyenya kacauuuu
    sby banyak salah pilih orang
    sby makin tidak dpat simpati… banyak orang2 rasis n pro neolib disekitanya

  5. di kira mentang mentang di daerahnya sendiri gpp ngomong sembarangan, gataunya… ūüėÜ

  6. Ahmad Rofiq Says:

    Assalamu’alaikum

    Nyuwun sewu…ikut comment….
    soal serba-serbi tim sukses capres…nggak usah dimasukin hati…dikasih senyum saja..namanya juga para pelawak politik…nggak timnya SBY, nggak JK ato Mega, lucu-lucu semua….apa sich yang ada dibenak mereka selain kejayaan dunia…?

    Yang perlu diselamatkan adalah ummat kita jangan sampai terkecoh oleh slogan-slogan demokrasi mereka…

    Mari kita da’wahkan dengan penuh kesadaran bahwa jalan selamat kita, jalan kebahagiaan kita bukanlah jalan yang ditempuh para capres itu tetapi adalah jalan yang dititahkan oleh Allah dan Rasul-Nya…

    wassalam…

  7. MOESLEM GOTHE Says:

    PETA KONFLIK DIMULAI….AYO SIAPA YANG KESAMBER…..SIAP KETARIK MASA NYA

  8. aboedazzeq Says:

    Sebenarnya ini dimulai pernyataan SARA Ruhut Sitompul dg isu Arab tdk punya kontribusi di negeri ini, lalu disusul dg pernyataan pemilu satu putaran, lalu kemudian pernyataan SARA Alfian Mallarangeng org Sulsel belum saatnya jadi presiden. Semua ini dimaksudkan utk menggiring rakyat Indonesia supaya hanya memilih SBY. Wahai rakyat Indonesia bangkitlah, saatnya kita satukan barisan utk melawan munculnya kekuatan baru yg dibungkus pencitraan yg menyimpan kebusukan didlmnya yg kelak akan melahirkan model penjajahan baru dan mencabit-cabit Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Ayo Bangkit…!
    ayo Lawan…!

  9. Sederhana saja, saya cuma mau cari selamat di hadapan ALLAH swt, milih JK-Wiranto karena nampaknya lebih beriman dan bertakwa. Masalah kalo pas jadian (terpilih) terus plintat-plintut itu bukan urusan WONKKAMPOENG lagi kan ustadz?

    SEMOGA PILPRES JADI DUA PUTARAN sehingga bisa meredam arogansi yang ngerasa ‘PEDE-AJA’ sampek berbuat RASIS. Amien…

  10. Surat Terbuka untuk SBY oleh Rinaldy Damanik
    Oleh mustari Р4 Juli 2009 Р 
    +: KOMPAS.com
    Public Blog Kompasiana

    Kepada yang terhormat,
    Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono
    Di – Jakarta.
    Salam hormat.
    Pada tanggal 13 Juni 2009, di GOR KONI Kendari, Sulawesi Tenggara, Bapak SBY menyatakan:¬†“Jangan ambil resiko memilih pemimpin yang belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan janji.”¬†(Radar Suteng, edisi 14 Juni 2009). Terimakasih atas nasehat Bapak SBY. Kini, perkenankan kami merespons sekaligus menjawab nasehat Bapak.¬†Pemimpin yang telah teruji dan terbukti ialah: YUSUF KALLA. Mengapa?

    Kita pernah bertemu langsung dan berbincang-bincang mengenai masalah Poso dan Nasional, ketika Bapak SBY menerima saya di Istana Negara Jakarta pada tanggal 28 November 2004. Pada waktu itu saya baru bebas dari vonis 3 tahun penjara Kasus Konflik Poso. Terimakasih Pak !

    Kini perkenankan saya kembali menyampaikan hal yang tentu Bapak SBY telah memahaminya. Kondisi Kabupaten Poso tahun 2000, 2001 sangat sulit, termasuk dampaknya terhadap wilayah Parigi, Tojo-Una Una, Morowali, bahkan Sulawesi dan sekitarnya. Konflik massal antar komunitas, seakan tak mungkin terhentikan. Seorang korban Konflik Poso menyatakan dalam bahasa Pamona:¬†“Ri kare’e popaiso katuwu jamo ndariso, Lompiu lawi marimbo, ewa damagero lino”(Js.Hokey)

    Kondisi itu tentu hanya bisa dirasakan oleh masyarakat yang bertahan di wilayah Kabupaten Poso, terutama para Korban. Setiap orang yang masih berpikir waras, pasti sepakat mengakui bahwa peristiwa Pertemuan Malino Untuk Poso sangat berarti dan minimal telah menghentikan konflik masal antar komunitas. Benar, bahwa pasca-Malino masih terjadi peristiwa-peristiwa pilu yang tidak terduga, tetapi Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso berdampak luas terhadap perbaikan kondisi Kabupaten Poso dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Bahkan Instruksi Presiden RI untuk Poso merujuk dan didasarkan kepada isi Deklarasi Malino yang diprakarsai dan dilakukan langsung oleh Yusuf Kalla.

    Kini asam di gunung dan garam di laut kembali bertemu dalam belanga, seperti pepatah dalam bahasa Pamona:¬†“Podi ri buyu, bure ri tasi wongi ri kura sangkani-ngkani”¬†(Js. Hokey).¬†Komunitas Muslim, Kristen, Hindu dll saling berinteraksi dalam damai. Jika itu tidak terjadi, bagaimana mungkin dapat beribadah, bekerja, belajar, bergaul, berjalan, beristirahat dengan wajar ?

    Saya terlalu yakin mengatakan, bahwa tanpa penerimaan masyarakat Poso terhadap Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso, akibat Konflik Poso tidak mungkin Bupati Poso yang terpilih tahun 2005, beragama Kristen. Apalagi soal keamanan, tekanan yang sangat kuat untuk proses keamanan, penegakan hukum, justru didasarkan kepada Kesepakatan Malino tersebut. Sepuluh Butir Deklarasi Malino membuat semua pihak bergerak, termasuk TNI, Polri dan penegak hukum. Dari segi dana, berapa yang telah mengalir ke Kabupaten Poso sejak konflik Poso hingga saat ini? Tanpa kesepakatan Malino, mustahil dana yang banyak itu mengalir ke Kabupaten Poso. Jika penyalurannya bermasalah, bukan kesepakatan Malino yang keliru, tetapi system dan kebobrokan moralitas pihak-pihak yang menyalurkannya.

    Sangat menyedihkan, jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa dia atau partainya yang membuat Poso aman, dia yang mengupayakan dana mengalir ke Kabupaten Poso. Pada hal, dia tidak ada di Poso pada waktu itu, apa lagi di Malino. Bahkan dari sisi politis, pada waktu itu Partai Politik nya pun belum berdiri, termasuk Partai yang Bapak dirikan. Tak seorangpun yang menganggap dirinya pahlawan. Hanya Tuhan, Allah, Yang Maha Kuasa ! Jusuf Kalla sendiri menyatakan bahwa Pertemuan Malino adalah Amanah Tuhan !

    Pemulihan masyarakat sangat berkaitan dengan peluang dan kualitas pendidikan. Hal ini sangat ditekankan oleh Jusuf Kalla. Oleh karena itu, berbagai sarana pendidikan dibangun mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, antara lain pembangunan Pesantren Modern di Tokorondo dan pembangunan Universitas Kristen di Tentena (UNKRIT). Mengenai proses pembangunan Pesantren di Tokorondo, tentu saudara-saudara Muslim yang dapat menjelaskannya secara tepat.

    Dalam konteks Universitas Kristen, dengan pola pikir dan pola tindakan yang cepat, pada tanggal 29 Desember 2007, Jusuf Kalla mengundang Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST, Bapak Pdt. Ar. Tobondo, MTh, Pdt. Drs.H.X.Sigilipu, Dr.H.Lumeno, di Istana Wakil Presiden RI. Dalam pertemuan itu dibahas kebutuhan pembangunan UNKRIT Tentena.

    Dana yang disetujui oleh Wakil Presiden RI (Jusuf Kalla); Rp. 12,5 Miliar. Pada tahun 2008, direalisasikan Rp. 7,5 Miliar. Wakil Presiden RI memastikan bahwa pada bulan Juli 2009 akan disalurkan Rp.5 Miliar. Dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Rektorat UNKRIT. Dalam proses perjalanan pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla secara pribadi memberikan bantuan dana Rp. 1 Miliar untuk pembangunan Aula UNKRIT; dana yang telah direalisasikan Rp. 485 Juta dan sisanya akan disalurkan sesuai dengan kemajuan pembangunan. Dari dana tersebut, Rp. 97 Juta membantu Kantor Unkrit dan fasilitasnya. Seluruh dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST. Bahkan dalam proses percepatan Pembangunan Sulteng, diupayakan Rp. 4 Miliar untuk UNKRIT dan peralatan Teleconfrens Rp. 2 Miliar. Bukan hanya itu, ketika terjadi masalah dan kelambatan dalam penerbitan Izin Operasional dan Pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla bertindak cepat dan tegas. Beliau memanggil Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Dr Satryo Brodjonegoro, Juli 2007. Dan hasilnya, izin tersebut diterbitkan ! Selanjutnya, pendampingan terhadap UNKRIT dilaksanakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi yang baru: Dr. Fasli Djalal. Di Tentena, Jusuf Kalla menyatakan bahwa beliau berharap UNKRIT dapat berkembang seperti Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan Jusuf Kalla siap untuk mengawal proses tersebut. Berkaitan dengan itu, masalah pemindahan rumah masyarakat yang ada di Lokasi UNKRIT adalah tanggungjawab Pemda Poso, sebab dananya telah disalurkan dari Pusat. Ya, Bapak telah melihat langsung kondisi lokasi UNKRIT. JIKA JUSUF KALLA TIDAK BERJIWA NASIONAL, TIDAK MUNGKIN JUSUF KALLA MEMFASILITASI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS KRISTEN TENTENA.

    Dalam berbagai segi, wilayah Poso akan semakin “terang.” Tetapi kini kegelapan masih terjadi, karena listrik belum memadai. Ketika, kami berdebat soal Pembangunan PLTA di Sulewana Kabupaten Poso, dinyatakan bahwa dalam Perjanjian, jika PLTA telah berfungsi maka PLTA Poso 2 akan menyalurkan dana konpensasi Rp. 12 Miliar per-tahun kepada Pemda Poso dalam bentuk pajak air dan permukaan, belum termasuk Pajak Penghasilan, belum termasuk PLTA Poso 1, Poso 3 dan listrik yang akan didistribusi. Dana tersebut akan masuk ke dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Poso. Sekali lagi, dalam hal ini keadilan untuk rakyat yang diprioritaskan, bukan kepentingan pihak tertentu.

    Banyak hal yang telah dilakukan Jusuf Kalla. Siapa sebenarnya yang telah teruji dan terbukti?¬†Hal yang telah teruji dan hal yang masih merupakan janji selalu bercampurbaur.¬†Sekali lagi, terimakasih atas nasehat Bapak SBYmenyatakan:¬†“Jangan ambil resiko memilih pemimpin yang belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan janji.”¬†JAWABANNYA ADALAH: BAHWA DALAM PROSES PERDAMAIAN DI POSO, AMBON, MALUKU, ACEH, PEMIMPIN YANG TELAH TERUJI DAN TERBUKTI ADALAH JUSUF KALLA, sekali lagi: HANYA JUSUF KALLA¬†!!!

    Pada bagian akhir surat ini, perkenankan saya bertanya: Mengapa Bapak SBY sebagai Menkopolkam pada waktu itu tidak hadir dalam proses Pertemuan Malino? Mengapa hanya Bapak Jusuf Kalla yang memprakarsai dan memfasilitasi Perdamaian Aceh di Helsinki? Meskipun Bapak Jusuf Kalla tidak pernah meminta penghargaan, mengapa Bapak tidak memberikan Penghargaan kepada Bapak Jusuf Kalla atas inisiatif dan peranannya dalam perdamaian di Poso, Ambon, Maluku, Aceh dll?

    Terimakasih atas perkenan Bapak merespons surat ini.
    Tentena, 17 Juni 2009
    Mantan Narapidana Kasus Poso
    Rinaldy Damanik.

  11. Email Andi Mallarangeng Bocor, Pemilu makin panas
    KOMPAS.com
    Public Blog Kompasiana
    Oleh Guntur Pratama – 5 Juli 2009

    Saya mendapatkan fwd-an email dari seorang kawan. Karena sudah panjang bgt fwd2an-nya sampai saya tidak tahu darimana ini berasal. Tetapi email ini menarik karena berisi transkrip email antara Andi Mallarangeng, Jubir sekaligus Tim Sukses SBY-Boediono dengan Muchis Hasyim, saya tidak tahu orang ini siapa, tapi kayaknya Tim Sukses SBY-Boediono juga. Sebenarnya kalo saya amati, ini hanya korespondensi internal biasa antara tim sukses. Masalahnya adalah kenapa email ini sampai bocor. Sebab dalam email internal ini banyak sekali nama-nama yang disebut dengan sedikit sarkastis. Nah masalahnya, ini bukan kali pertama jubir presiden ini berbuat seperti ini. Setelah kejadian di Makassar kemarin, kayaknya Andi harus menghadapi masalah baru yang lebih serius lagi. Selamat menikmati email yang bocor ini.
    ————————————–

    — Forwarded Message —
    From: Malik Ansori
    To: teguhw78@yahoo.com
    Sent: Sunday, July 5, 2009 5:37:33 AM
    Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan
    Baca bos!

    — Forwarded Message —
    From: Penegak Nkri
    To: malik.ansori@yahoo.com
    Sent: Sunday, July 5, 2009 5:23:37 AM
    Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan
    Ada bocoran info menarik ni bos. Ga tau bener apa ga, coba dicek.

    — Forwarded Message —
    From: Ronggo Lawe
    To: penegak.nkri@yahoo.com
    Sent: Saturday, July 4, 2009 3:02:12 PM
    Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan
    — Forwarded Message —
    From: Muchlis Hasyim
    To: ronggo..l4w3@yahoo.com
    Sent: Saturday, July 4, 2009 3:57:39 PM
    Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan
    Bos, emailnya sudah saya Fwd ke Daeng. Semoga penjelasan Daeng ini memupus kekhawatiran kita semua.
    Salam
    MH

    From: Andi Mallarangeng
    Date: Fri, 3 Jul 2009 18:59:14 -0700 (PDT)
    To:
    Subject: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan
    Muchlis yang baik tapi sedang gundah, Menurut saya, kita masih on the track. Isu yang menyudutkan saya di Makasar, masalah di Medan, DPT bermasalah, atau omongan ngaco PS tentang GBK tidak akan mempengaruhi pemilih. Apa dia punya bukti kita memanipulasi media. Masyarakat kan melihat media sendirilah yang menentukan berita mana yang pantas mereka turunkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ada beberapa argumen yang bisa memperkuat keyakinan saya bahwa beragam isu ini tidak akan mempengaruhi kita.

    Pertama, bangsa kita berada pada tahap puncak konsumerisme yang menyebabkan kaburnya identitas Nasional. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila itu tinggal
    jargon2 saja. Jadi orang akan memiih dari apa yang mereka lihat dan sukai dan itu jelas masalah pembawaan dan penampilan. Masyarakat konsumen tidak akan peduli dengan apa yang dibawa oleh orang tersebut. Mau kapatalis, sosialis, atau neolib sekalipun, mereka tidak akan pedulikan. Yang penting mereka puas dengan penampilan si kandidat.. Dan kandidat itu adalah SBY-Boediono. Jadi, kejadian saya di Makassar kemarin itu tidak usah dipikir terlalu berat, itu hanya sebuah eksperimen kecil saya untuk melihat apakah isu berbau SARA masih mendapat tempat di masyarakat kita? dan saya sudah mendapatkan jawabannya, memang betul terjadi sedikit riak di Makassar sana dan mungkin elektabilitas JK langsung meningkat tajam.

    Tetapi lihatlah pada hari pencontrengan nanti, masyarakat tetap tidak akan bergeming dari pilihan kita. Sebab bagi masyarakat konsumen, yang penting bukanlah isu, tetapi penampilan dari kandidat. Ibaratnya blackberry vs pancasila, jelas ketahuan mana yang laku dan tidak sekarang ini. Masyarakat kita mati2an berhutang kiri kanan buat beli blackberry makin lupalah sama pancasila. Ingat bung, Obama bisa jadi presiden hanya karena konsumerisme dan kapitalisme di AS sedang runtuh sehingga penduduknya kembali ke nilai-nilai kebangsaannya yaitu “all men are created equal”, makanya kulit hitam bisa jadi presiden. Kalau ndak ada keruntuhan ekonomi ndak mungkin kejadian tuh Obama boss.

    Kedua, FZ cs tidak percaya bahwa politik aliran sudah mati di Indonesia. NU, Muhammadiyah apalah yang lain juga sudah tidak seperti dulu lagi. Kita kan juga liat sendiri, kyai kan UUD juga akhirnya toh, tinggal mana yang kantongnya paling dalam dan janjinya paling manis aja. Dan kita kan main cantik sekali seperti anda liat. Lalu, orang seperti ini ini juga tidak mau belajar dari sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia. Sejak negara ini berdiri, semua presiden yang naik itu karena kecelakaan sejarah. Bung Karno diangkat menjadi presiden, karena Jepang kalah dari sekutu dan terjadi vacuum of power pada masa itu. Soeharto naik juga akibat kecelakaan sejarah yaitu terjadinya peristiwa 65. Nah yang lucu, setelah itu kecelakaan sejarahnya semakin ngaco. Reformasi bergulir tahun 98, menghasilkan presiden yang buta. Presiden buta dijatuhkan, naik pulalah perempuan bisu. Kalau politik aliran memang belum mati, sudah pasti Mega atau Habibie jadi. Lagipula kalau memang ada politik aliran maka alirannya pasti jawa, laki-laki, militer dan Islam. Non jawa seperti saya dan teman-teman ini kan sudah memang tempatnya jadi king maker saja, lebih enak ndak repot tapi kebagian serunya toh. Makanya SBY berbeda, dia muncul by design yang matang lewat pemilihan langsung.

    Ketiga, ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak relevan lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang bisa menghadirkan kekuatan mahasiswa. Bahkan tahun 98′ pun banyak orang salah meletakkan sejarah itu sebagai kebangkitan mahasiswa menggulingkan Soeharto. Padahal bukan begitu. Itu memang jatuhnya Soeharto dan mahasiswa jadi alat saja, tapi memang jumlahnya besar sekali jadi secara visual kelihatan seperti sebuah fenomena gerakan mahasiswa yang digerakkan sebuah pemikiran kebangsaan. Buktinya tidak ada satu pun tokoh mahasiswa yang jadi legenda karena pemikirannya di tahun 98′. Rama yang jadi tokoh terpopuler pun ternyata cuma onggokan omong kosong saja dan sebentar lagi berangkat pula ke bui. Jadi tidak perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang berkualitas pemikirannya sampai bisa menggerakkan massa jadi selalu menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi tidak pernah pintar sehingga selalu ketahuan sehingga masyarakat tidak pernah percaya lagi sama kredibilitas demo mahasiswa jadi tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran dan sentiment public sekarang, ndak ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah,
    rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. Kita datangi mereka ke tv saja mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan mahasiswa itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan sekarang. Lagipula, taruhlah media tidak lagi “bersahabat”, itu hanya segelintir. Media itu bisnis bung, ownernya ndak mungkin ambil risiko untuk lima tahun ke depan. bisa ndak makan mereka kan. Yang penting anda kan sudah dijelaskan dan ditunjukkan. selama skenario utama tetap terjaga, Cuma hitungan hari kok dan jadilah kita berangkat ke Bermuda kan haha…… ingat saja, skenario ini sudah lima kali dites dan tidak pernah gagal.. Dengan persiapan sudah lebih lama dan panjang, skenario sekarang jauh lebih sempurna. Ndak usah paniklah dengan semua isu yang berkembang ini, mereka lupa musuh utama adalah waktu, bukan kita. betul kan? Kalau orang ini memang bisa berbuat sesuatu kan sudah lama dia lakukan.

    Ok boss, nda usah kuatir dengan FZ cs, mereka itu cuma angin sepoi-sepoi. Tiga hari lagi dan lima tahun ke depan kita selesaikan urusan dengan mereka satu persatu.
    Trims
    AM

    From: Muchlis Hasyim
    To: mallarangeng@yahoo.com
    Sent: Saturday, July 4, 2009 8:52:49 AM
    Subject: Fw: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan
    Daeng, Saya baru terima email dari kawan kita ini. Terus terang saya agak tidak nyaman. Mungkin ini kembali menjadi pengingat Daeng. Isu kemarahan masy sulsel, DPT, dan penggadaian GBK, Din Samsudin yang semakin rame, saya khawatir bisa bergulir diluar kontrol kita. Perlu dicermati baik-baik dan diantisipasi semaksimal mungkin boss. Saya harap Daeng bisa memberikan pencerahan.
    Trims

  12. SBY memang sial. pertama, dia dapet nomor sisa di kpu. kedua, timsesnya pada bikin blunder rasisme arab dan sulsel (bugis, mandar, makassar dan toraja, selayar…). ketiga, pengawal boediono dua kali memukul wartawati, di papua dan pontianak. keempat, Boediono menyatakan bahwa politik praktis harus dijauhkan dari pengaruh agama sehingga parpol-parpol islam kaget dan terperanjat mendengan pernyataan sekularisme-liberalismenya boediono. kelima, Deni JA terdiam ketika mukanya ditonjok sebagai wts yang mencari nikmat dan uang di area sby via proyek iklan pilpres satu putaran. Dan yang paling anyar dan amis adalah, pengakuan sby bahwa diri dan keluarganya disihir orang, lalu ia bikin majelis zikir dengan menghadirkan habib dan santri demi untuk melawan sihir dengan zikir. ini berarti sby tak sanggup melawan sihir dengan kekuatan imam diri sendiri. boleh jadi sby masih butuh injeksi iman setiap pagi dan petang…

  13. hari ini karena Overconfident Lagu indonesia dinyanyikan semaunya…
    padahal ada PP 54 yg mengatur itu…

  14. wahyu btm Says:

    Kalau saya jadi SBY, saya tidak akan merasa senang dulu dengan banyaknya tim sukses yang ikut bergabung, susah kontrolnya, jangan2 sebagian besar anggota tim suksesnya adalah orang2 yang sebenarnya adalah lawan politiknya.
    Ternyata “perang intelejen” dimenangkan oleh jendral wiranto

  15. Bang Andi, kalau bangsa Indonesia saat ini tengah dicengkram budaya konsumerisme, setelah SBY terpilih lagi bangsa ini mau dimana ke mana ?

  16. mila sungkar Says:

    tim SBY rupanya gerah juga liat tim JK yang agresif..
    walopun gtu, putaran pertama SBY 60% n JK 9%..
    wow..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: