“Cahaya ke15” (ICC 4 Kamis, 04, 06, 09)

Ada yang berjalan melenggang

ada yang merangkak meraba

karena cahaya


Ada yang melihat menatap

ada yang buta menerawang

karena cahaya


Ada yang bersemi mekar

ada yang mengempis layu

karena cahaya


Ada yang mengalir segar

ada yang mengering tandus

karena cahaya


Ada yang merinding semilir

ada yang gerah berpeluh

karena cahaya


Ada yang membeku padat

ada mencair leleh

karena cahaya


Ada yang benderang berpendar

ada yang hangus menggulita

karena cahaya


Ada yang hidup menangis

ada yang mati meringis

karena cahaya


Ada yang mengada dari tiada

ada yang meniada dari ada

karena cahaya


Ada yang terbang mengangkasa

ada yang menukik membumi

karena cahaya


Ada yang datang bersimpuh

ada yang lintang pukang

karena cahaya


Ada yang bahagia merona

ada yang sengsara merana

karena cahaya


Ada yang menjadi mawa api

ada yang menjadi abu api

karena cahaya


Khomaini,

cahaya

bagi pecinta

dan pembencinya

(Mengenang wafat Maksum ke15)

Advertisements

14 Responses to ““Cahaya ke15” (ICC 4 Kamis, 04, 06, 09)”

  1. Sayyid, apa maksudnya Maksum ke 15. Apakah Imam Khomenini itu Ma’shum seperti Rasul, Zahra dan 12 Imam?

    Labib: Ma’shum bs disandang oleh siapa saja yg memenuhi syarat. Hanya saja ada kemaksuman sejati (full), dan ada pula yang di bwhnya.

  2. ya Imam..ketika engkau tersenyum kepadaku, aku laksana mendapat anugerah selaksa. tapi, ketika engaku bermuka masam kepadaku, laksana aku mendapat sejuta petaka.
    ya zahra’..berilah petunjuk padaku agar aku selalu mendapat senyum makshum kel15 ini.

  3. agus suseno Says:

    Salam atasmu wahai mata air kecermelangan…….

  4. Yono kurniawan Says:

    Mencintai cinta, merindukan rindu…
    Ya Imam, kau adlah rindu dn cinta

  5. ya Imam ketiadaanMu bagaikan ada, banyak orang mengenalMu karena ketiadaanMu, orang mencarimu setelah ketiadaanmu. ketiadaanMu secara lahir bisa lebih menerangi ruhani para penggumMu, bahkan kematianMU lebih hidup dan engkau sebagai penerus cahaya Kenabian para leluhurMU.

  6. ALI ALAYDRUS Says:

    Wallahi Salam atasmu Ya Khomeini
    Wallahi karena revolusimu kurubah akalku
    Wallahi nasihatmu merubah ulahku
    Wallahi tulisanmu merubah ke fanatikan tololku
    Wallahi kuharap syafaatmu…….

  7. MOSLEM GOTHE Says:

    Saya pikir yang ke 15 itu Bunda Agung Khadijah Kubro atau Sayyidah Zaenab as…

  8. Quito Riantori Says:

    Ruarrr biasa, Cahaya ke-15 adalah Imam Khomeini; yang aku malu menyampaikan cintaku kepadanya, karena buruknya diriku, semoga cintaku kepada Sang Cahaya ke-15 ini dapat mengundang cinta dari Sang Cahaya ke-15 tuk menuntunku ke 14 Cahaya Suci…amiin..ya Ilahi Rabbi

  9. Mushadiq Ali Says:

    salam…
    salam…
    salam…

    dari yang jauh dan berjarak ini….

  10. by joan Says:

    Salam atasmu wahai cahaya ke-15

  11. SABRINA Says:

    salam atasmu cahaya ke 15…..
    terimaksih tiada tara kuhaturkan padamu…
    syukur tiada tara kuhaturkan karnamu…..
    wahai imam sudikah kau pandang aku yg hina ini…..?
    syafaatmu kunanti…

  12. Abu Ridla Says:

    Salam atas jiwa2 yg suci itu….Imam Khamayni adalah Seorang Penerus Cahaya para Ma’shumi As,semuga aku dikumpulkan bersama beliau di Akhirat kelak Amin.

  13. Labib: Ma’shum bs disandang oleh siapa saja yg memenuhi syarat. Hanya saja ada kemaksuman sejati (full), dan ada pula yang di bwhnya.
    Pertanyaan saya:
    1.) Ada maksum sejati (full), & ada maksum yg di bawahnya? Maksum yg di bawahnya itu maksum tidak sejati/full; tidak full maksum, ya berarti tidak maksum. Apa maksud sebenarnya dari maksum yg tidak sejati (tidak full)?
    2.) Siapa yg menetapkan bhw Imam Khomeini itu “maksum ke-15, tapi kemaksumannya tidak sejati”? Apakah pihak yg menetapkannya maksum [tidak sejati]? Apakah Imam Khomeini menyatakan dirinya maksum [tidak sejati]?
    3.) Apakah antara Imam Al-Mahdi ke Imam Khomeini tidak pernah ada/muncul ulama Syi’ah yg maksum tidak sejati (sehingga Imam Khomeini dapat urutan maksum nomor 15)?
    4.) Apa saja syarat agar seseorang dapat menyandang maksum [walau maksum yg tidak sejati]?
    Mohon tanggapan atas pertanyaan2 saya di atas. Terima kasih. Was-Salamu alaikum.

    Labib: Salam. Santai aja mas, itu hanya metafora. Tangkap spirit dlm puisi itu, Btw, kalau berkenan, sila pakai nama asli spy enak di hati. Syukran

  14. anonim, Anwar Says:

    Nama saya Anwar, seperti nama depan pada email saya. Saya santai, tapi tetap serius kalo mengkaji pendapat orang lain: lontarkan pertanyaan2 kritis, & kaji jawaban2nya. Saya tidak ada masalah dgn puisi di atas yg memetaforakan Imam Khomeini dgn cahaya.
    Yang saya pertanyakan adalah istilah maksum tidak sejati & penyematannya pada Imam Khomeini. Saya menantikan jawaban lebih lugas atas pertanyaan2 saya. Was-Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: