Praktik Neolib Era SBY

neo2

Saya sudah dpt ijin dari Drajad Wibowo utk neruskan info ini ke milis.  Silahkan simak info ini: (Satrio Arismunandar)

Ijinkan saya berbagi sedikit tentang bahaya kebijakan yang pro-pasar yang berlebihan. Saya sering menyebut sebagai pro Konsensus Washington (KW), tapi secara politik orang lebih suka menyebut neolib. Saya sengaja memilih contoh paling baru.

Awal tahun ini, kalau tidak salah akhir Februari 2009, Depkeu menerbitkan Global Medium Term Notes (GMTN) dalam US$ dengan masa jatuh tempo 10 tahun dan yield 11,75%. Jumlahnya US$ 3 milyar, diterbitkan di New York.

Yang jadi konsultan adalah beberapa lembaga keuangan asing, underwriters- nya mereka2 juga, investor asing pun beli melalui mereka. Jadi konflik kepentingannya sangat kental.

Dalam bahasa awam, ini berarti negara berutang kepada investor asing. Utangnya dalam US$ dan negara membayar “bunga” sebesar 11.75% dalam US$ !!! Belum lagi fee bagi para konsultan dan underwriters asing tersebut. Sebagai pembanding, deposito dollar di perbankan dalam negeri hanya memberi bunga sekitar 2-3%.

Di AS sendiri, bunga deposito dollar jauh lebih rendah. Jadi selama 10 tahun ke depan, negara harus membayar bunga yang kemahalan sekitar US$ 240 juta atau Rp 2,5 triliun per tahun, kalau kita anggap kemahalannya hanya sekitar 8%.

Ikhwan dan akhwat bisa dengan mudah melihat mengapa Depkeu, menteri2 dan tim ekonomi yang dicap “neolib” itu sangat disukai investor asing. Ya karena investor asing itu dimanjakan dengan keuntungan yang luar biasa, mulai dari consulting fee, underwriting fee, other fees sampai dengan selisih suku bunga yang naudzubillah tingginya.

Tapi kalau uang Rp 2,5 triliun per tahun itu dimintakan untuk membeli suku cadang Hercules, Fokker, Corvet dll milik TNI, masya Allah bapak-bapak Jenderal yang mengurusi hal ini sampai harus mengemis-ngemis. Itupun ditolak. Padahal nyawa ratusan

prajurit yang jadi taruhannya. Jadi kecelakaan demi kecelakaan yang menimpa TNI kita itu adalah “disasters waiting to happen”.

Apalagi kalau dana tersebut dimintakan utk memperkuat BUMN strategis spt Boma Bisma, Krakatau Steel, Dirgantara Indonesia, PAL, Inka dll. Di DPR saya harus stay alert setiap saat kalau2 ada rencana mau memotong2 dan menjual BUMN2 tsb.

Dengan negara memberikan “bunga” sedemikian tinggi, bagaimana perbankan dalam negeri berani menurunkan suku bunga? Dana simpanan pihak ketiga (baca: tabungan, deposito dll) di bank mereka bisa lari ke luar.

Jadi nasabah2 KPR yang harus membayar bunga kemahalan, debitor2 UKM, para pelaku usaha riil juga menjadi korban dari kebijakan di atas.

Ikhwan dan akhwat sekalian, itu baru satu contoh dari satu penerbitan Surat Utang Negara (SUN). Padahal setiap tahun negara menerbitkan puluhan SUN. Modusnya kira2 sama. Anehnya, KPK tidak pernah menyelidiki kerugian negara ini.

Contoh lain masih banyak, dengan korban yang semakin meluas. Contoh di atas baru dari SUN saja. Belum lagi dari kebijakan perbankan, pasar modal secara umum, asuransi dsb. Belum lagi dari kebijakan dan sistem perdagangan, rejim investasi, rejim migas, rejim pertambangan umum, dst dsb.

Terakhir, perlu diingat kebijakan seperti sudah dilaksanakan puluhan tahun. Bisa dibayangkan berapa banyak korban dan berapa besar lost opportunities yang harus kita tanggung sebagai bangsa.

Sebagai penutup, sebagai pembicara seminar, selama beberapa tahun ini saya selalu menutup presentasi saya dengan kalimat berikut:

“Allah menciptakan kita sebagai bangsa rajawali. Tapi elit-elit kita yang menjadikan kita sebagai bangsa bebek. Karena itu mari kita semua terbang bebas lepas sebagai rajawali”

Semoga bermanfaat, mohon maaf atas semua kesalahan.”

wass.wr.wbt.

Saya yang dhoif, dradjad wibowo

(kiriman Satrio Arismundar ke milis jurnalisme)

Advertisements

10 Responses to “Praktik Neolib Era SBY”

  1. doa orang tak berdaya : Semoga Allah memotong tangan-tangan zalim, semoga Allah mempercepat kesadaran seluruh bangsa dan masyarakat atas praktik ini, Semoga Allah memahamkan keberanian pada ‘wakil’ yang baru dipilih untuk mengawal republik ini, Semoga Allah menyegerakan kesiapan indonesia bangkit dan dipimpin pembela mustadzafin, semoga Allah menyegerakan wacana ini menjadi aksi nyata, semoga kerinduan syahid disebarkan pada pundak pembela mustadzafin, semoga keculasan kaum zalim segera ditampakkan, semoga Allah Menyegerakan.

  2. bunga pinjaman USD 11,75%…GILAAAAAAA!!!!
    LIBOR cuman 1%-an
    pinjaman komersial USD di sini dari bank2 asing cuman 4-7%
    sekali lagi
    USD 11,75% itu GILLLAAAAAA

  3. ifan ahmad Says:

    makanya hati-hati kalo memilih presiden… jangan sampai pasangan neolib jadi presiden…diluar berwibawa didalam pendendam dan suka memfitnah…. inilah akibatnya negara jadi jualan, keuntungannya lari ketangan kapitalis atau pribadi-pribadi korup…

    jadi tipe berbahaya di negara kita ini ada dua :
    1. orang bodoh yang menjual kekayaan negara ke tangan neolib
    2. orang pintar tapi mencuri uang negara untuk kepentingan pribadi atau golongan

    ini baru GILAAAAA..

  4. tak ada yang terbaik dari capres yang ada.. hanya satu yang sedikit mudharatnya..JK

  5. Pertama, mengapa baru sekarang isu neolib begitu menggema ? Kedua, Apa saja sih kerjaan anggota DPR-RI termasuk Bpk Dradjad Wibowo, sehingga menjelang pilpres penerbitan Global Medium Term Notes (GMTN)baru diributkan ? Ketiga, Banyak sekali keputusan2 yang merugikan rakyat selalu sesal kemudian, mana legeslator kita ! Keempat dan seterusnya, Nanti saya pikir dulu.
    Salam …

  6. abu turab Says:

    aseeeek makin ajah ngak mau menggunakan hak pilih ana yg kemarin ajah ngak milih apalagi yg sekarang setelah baca ini tp seh kliatannya SBY budi bakal menag lagi deh walaupun ngak ada yg milih

  7. Betul dan betul……..
    Keuntungan-keuntungan yg menggiurkan itulah yg membuat membuat Ruhut kelabakan ketika melihat survei JK-WIN semakin baik. Bayangkan data terakhir oleh lembaga survei ternama menyatakan perbedaan JK-WIN dgn SBY-Boediono tinggal 2%. Ini pulalah yg membuat Ruhut gamang sehingga berkomentar tak karuan, org Arab di jelek-jelekkan.

    Pernyataan Ruhut Sitompul yg menyebut Arab tdk pernah membantu Indonesia. “Itu menunjukkan sentimen anti-Islam. Timur Tengah bukan hanya refleksi Arab, tapi jg Islam.” Negara yg pertama mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Bantuan Timur Tengah pd Indonesia lebih besar, seperti pendidikan, rumah sakit, jalan atau masjid, dibanding Amerika (Fuad Bawazier Republika Sabtu, 30 Mei 2009)

    Alhamdulillah, Allah Swt telah menunjukkan misi yang tersembunyi selama ini pada pernyataan Ruhut yg neolib yg pro AS konsi utama Israel

    Ruhut berusaha keras mengotori negeri ini dan menghilangkan peran bangsa Arab yg mengenalkan keberkahan Islam. Apakah dia itu mengingkari keberadaan Wali Songo dll yg mencerahkan bangsa ini? Tanpa peran bangsa Arab yg dgn segenap kemampuannya berusaha membagi keberkahan Islam tsb. Niscaya bangsa ini tdk akan pernah mampu meraih kemerdekaan dan terus-menerus menjadi budak tanpa peran besar bangsa Arab. Bukankah teriakan Allahu Akbar yg diambil dari semangat Islam yg dibawa bangsa Arab ke Indonesia adalah bantuan yg paling tinggi nilai dibanding dg apa pun. Dengan teriakan Allahu Akbar pula, bangsa ini bangkit dan berjuang melepaskan diri dari penindasan penjajahan.
    Mungkin Ruhut berusaha menciptakan model penjajahan baru di negeri ini dengan memisahkan rakyat Indonesia dgn Bangsa Arab yg membawa Islam.

  8. abu quwatika Says:

    ekonomi jalan tengah adalah terminologi yang diambil dari teori anthony gidden, the third way (jalan ke tiga). gidden berupaya mensintesa kapitalisme liberal dengan sosialisme. tapi omong kosong, hanya akal-akalan kapitalisme barat agar diterima dunia ketiga, istilah ini untuk menyamarkan neoliberal. (ibrahim batam)

  9. kebijakan pejabat-pejabat tinggi AS sangat didasari dg kepentingan yg mnguntungkan agamanya, bulshit klo tdk bergerak atas agama yahudi dan nasoroh.. nah klo di kita ini pejabatnya tdk punya landasan dan konsep yg jelas… tdk prnh punya konsep yg membangkitkan rakyat indonesia pada umumnya.. kita ini harus memiliki konsep kenegaraan yang “MERAJAI KAWASAN”… jangan konsep yg standar2 sj, mamang beca jg bisa klo konsep murahan gitu mah. gak perlu sekolah tinggi2, gak ad artinya klo sekolah tinggi2 tapi jd koruptor jg, mudah disogok sana-sini..itu namanya pejabat idiot

  10. BIASANYA PEJABAT YG PUNYA JATI DIRI DAN TEGAS DLM SEMUA HAL, MENGUNTUNGKAN INDONESIA SECARA NYATA, DAN BILA PEJABAT TERSEBUT MENINGGAL PASTI RAKYATNYA SEDIH BGT DAN SEBALIKNYA KLO PEJABAT YG STANDAR2 SJ,BNYK TERLIBAT KASUS KORUPSI,DLL..BIASANYA KLO MATI GAK AKAN MERASA KEHILANGAN RAKYATNYA..ALIAS RAKYATNYA TDK AKAN PRNH SEDIH SECARA KESELURUHAN DI BUMI PERTIWI INI. ALLAHUAKBAR!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: