Disambar Petir Kehidupan….(Mohon Doa)

Sejarah AB di Jakarta bermula dari simpul-simpul gerakan mahasiswa di UI, Jayabaya dan lainnya. Di antara mereka ada seseorang yang  sampai sekarang masih rajin mengikuti acara-acara taklim.

Dia kalah  secara duniawi saat teman-temannya melenggang dan menenggak kesuksesan. Orangnya santai. Wajahnya tak pernah cemberut meski guratan di sekitar dahi, kelopak mata dan wajahnya menjadi sketsa kesedihan dan kesulitan yang beragam.

Semalam aku menegurnya dan menanyakan keadaannya. Kini di tengah upayanya untuk bertahan hidup dan mencari nafkah yang halal untuk anak-anak dan keluarganya, ia disambar petir kehidupan. Sebuah  surat Pengadilan Agama berisikan gugatan cerai dari istrinya menghampirinya. .Lelaki yang sudah tidak muda lagi itu kehilangan humor dan tawanya.Ia akan kehilangan anak-anaknya, Brujerdi, Mahdi dan seorag putri remaja.

Benar-benar menyesakkan dada. Aku sangat sedih. Semga Allah melalui hamba-hambaNya membantu meringankan beban di pundaknya…

Advertisements

10 Responses to “Disambar Petir Kehidupan….(Mohon Doa)”

  1. hanya bisa berempati dan doa..

  2. abadalaabidiin Says:

    semoga badai itu cepat berlalu…..

  3. ben alwi Says:

    Mudah2an ALLAH mencurahkan rahmatnya kepada beliau, agar mendapat kekuatan iman, mental dan fisik.

  4. Semoga apa yg dirasa sohib kita AB tidak seberat bayangan kita, sedih gembira hanya ada di perasaan, Allah da Rosulnya lebih sayang pada hambanya melebihi kesedihan yang dirasakan hambanya, apalagi muhibbin ahlulbaitnya, semoga Rosul dengan Rahmat yg meliputi alam segera meringankan beban AB, amiiiiiiiiiiiiiin

  5. semakin tinggi iman seseorang, semakin berat ujiannya….
    Ujian pada seseorang berimbas 2 segi. Segi pada orang tersebut (apakah dia sabar, lulus, dst) dan bagi orang lain (apakah dia membantu, berempati, dst).
    Insya Allah beliaunya mampu melewatinya (bi haqqi muhammad wa aalihi), tetapi apakah kita bisa melewatinya (tanggung jawab yang harus kita ambil atas kondisi beliau)?
    Semoga, amiiin.

  6. Quito Riantori Says:

    Saya ikut prihatin, kawan…saya turut berduka…semoga dia selalu mendapat kasih sayang-Nya, dan bisa bersabar atas cobaan yang sangat berat. Ya Allah karuniakanlah ketabahan bagi saudara saya ini, semoga dia senantiasa dalam rahmat-Mu…Amiiin ya Ilahi Rahman…

  7. Semoga Allah melimpahkan kesabaran bagi beliau guna menempuh cobaan kehidupan.
    Innallaha ma’asshaabiriin

  8. Trenyuh juga membcanya. Al faqir turut bersimpati.
    Tapi Yakinlah, Allah sedang menguji keimanan dan akan menaikkan derajat keimanan bagi orang yang sabar dan tawakal.
    Dan ada satu hal yang tetap harus kita punya dan disyukuri, yang tidak bisa tergantikan dengan lainnya: Kita MENGENAL AHLUL BAIT dan mengikuti MEREKA.
    Rahmat dan taufik Allah SWT semoga tercurah kepada kita selalu. Amin

  9. Saya ikut prihatin. Semoga yang ditimpa penderitaan tersebut semakin mendekatkan diri pada Allah SWT, dan menyadari betapa derita kita di dunia ini tak sebanding dengan derita Ahlul Bayt Nabi SAW. Dengan menyadari hal itu dan meneladani kesabaran Ahlul Bayt, Insya Allah hati kita menjadi tenang. Hanya kepada Allah-lah kita kembali.

  10. abu turab Says:

    Yaa Allah hamba bertawasul melalui kekasih mu Nabi Muhammad Saww dan Ahlul bait yang engkau sucikan beserta para Imam Yang kau angkat menjadi pemim[in umat setelah Nabi Mu, ringan kan lah beban yang sedang dihadapi oleh salah satu dari saudara kami dan seseorang dari pengikut shiah Ali as yg setia ini dan tunjukan lah jalan keluar yg terbaik bagi saudara kami ini.ilahi amiiin ya allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: