Saudi dan Iran Berusaha Rapatkan Barisan

Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, menekankan peran penting Republik Islam Iran dalam mendukung masalah Islam dan Arab serta kerjasama kedua negara dalam masalah-masalah tersebut.

Sebagaimana dilaporkan IRIB, pernyataan itu dikemukakan kemarin 15/3 oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manochehr Mottaki di Riyadh. Seraya menjelaskan bahwa bangsa Iran adalah bangsa besar dan negara ini memiliki sejarah yang sangat panjang, Raja Arab Saudi itu mengatakan, “Hubungan kami dengan Republik Islam Iran berlandaskan pada keyakinan Islam, ketetanggaan, persahabatan, kejujuran, dan keakraban.”

Adapun Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manochehr Mottaki mengatakan, hubungan kedua negara memerlukan motivator baru serta trasformasi regional dan global menuntut pertukaran pendapat kedua negara serta dialog yang lebih luas dari kedua pihak. Dikatakannya, saat ini front musuh telah menghadapi berbagai kegagalan dan sebaliknya berbagai kemenangan serta kesuksesan berhasil dicapai oleh umat Islam.”

Lebih lanjut Mottaki mendukung berbagai upaya untuk mewujudkan persatuan kelompok-kelompok Palestina serta kepentingan antara negara-negara Arab dan Islam. Menurutnya, perpecahan umat merupakan strategi musuh umat Islam dan fenomena ini harus dicegah dengan berbagai macam upaya. Pada kesempatan tersebut, Mottaki juga menyampaikan pesan resmi Presiden Republik Islam Iran kepada Raja Arab Saudi.

Sementara itu, sebagaimana dikutip antara, dalam pertemuan itu pihak Arab Saudi mendesak Iran bertindak melalui saluran-saluran diplomatik dalam mendukung perjuangan Arab, di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara Islam yang berpengaruh itu.

“Meski kami menghargai dukungan Iran bagi perjuangan Arab, kami berpendapat bahwa mereka harus melalui (kesatuan) Arab yang sah,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal pada jumpa pers setelah kunjungan singkat Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki, yang melakukan pembicaraan dengan Raja Abdullah.

Dukungan Iran bagi perjuangan Arab “harus selaras dengan tujuan dan sikap” negara-negara Arab dan mendukung posisi mereka tanpa harus menjadi “pengganti bagi mereka,” kata Pangeran Saud.

Advertisements

6 Responses to “Saudi dan Iran Berusaha Rapatkan Barisan”

  1. Dear …

    …. ““Meski kami menghargai dukungan Iran bagi perjuangan Arab, kami berpendapat bahwa mereka harus melalui (kesatuan) Arab yang sah,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal …

    Maksudnya ada “wisuda” bagi2 Iran untuk berada di “BOKONG” nya Amerika ? Seperti Saudi dan sejumlah BESAR negara Arab ?

    BAU ‘Udd ….. kok kuat AMATHH (gak bergerak) diposisi itu lebih dari 60 tahunn !!

  2. saudi mulai menjajagi perubahan yg sudah dimulai oleh rakyatnya sendiri (dlm peristiwa MAULID NABI SAWW di MASJID NABAWI) yaah mudah2an sadar, dari pada harus tergilas oleh revolusi islam yg mulai tampak hasilnya.

  3. ALI Z.A ALAYDRUS Says:

    Repot juga kalau lihat sikap Saudi yg kaya gini, ikhlas pa nga tuh dia ajak kerjasama nya dgn Iran.maaf2 yg kita tau selama ini saudi adalah kepanjanga tangannya Amerika di timteng..jangan2 ini adalah trik Amerika yg ud ngos2an mau hancurkan Iran ( Insya Allah Iran tetap jaya ) dgn “main halus” melalui negara wahabi ini..yg ud pasti Iran yg keturunannya SALMAN ALFARISI ud kgk bisa di kadalin kate org Betawi..apalgi pegangan hidup mrk nga jauh2 dr Rasulullah, Imam Ali, Hababah Fatimah Azzahra & seluruh Imam Maksumin…TSALAWAT

  4. ben alwi Says:

    (kesatuan arab) hanya sebuah selogan tapi tidak ada realitanya.

  5. Quito Riantori Says:

    “Pengganti bagi mereka” Sebuah kekhawatiran yang terus bersemayam dalam dada-dada yang kotor para pangeran2 Saud itu : Takut Kerajaan mereka runtuh…ketakutan yang berlebihan!

  6. Negara Arab Saudi harusnya lebih mengintropeksi hubungan mereka dengan negara Amerika Serikat. Jelas-jelas Amerika Serikat itu membawa kepentingan Israel.

    Negara Arab Saudi harus sadar bahwa musuh Negara Arab dan Negara Muslim adalah Negara Amerika Serikat dan Negara Israel. Negara Arab Saudi harus berani tegas untuk memutuskan atau menjauhkan diri dari negara Amerika serikat.

    Dan Negara Arab Saudi harus sadar bahwa Negara Iran adalah sahabat negara Arab. Dan jangan memperpecah hubungan tersebut dengan dalih Sunni vs Syiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: