Cinta Versi Salman

salman

Bila ada ada yang menyamai Luqman Alhakim, maka dialah pribadi yang langkah-langkahnya hanya dari (sumber)  dan ke (muaranya) kami, Ahlulbait. Ia telah merangkum cendekia perdana dan pamungkas. Ia telah melahap pustaka pertama dan pustaka terakhir. Ia adalah samudera yang tak pernah menetes..” (Ali, tentang Salman).

Sahabat Salman al-Farisi adalah satu di antara tokoh Islam yang dikenal sebagai intelektual berotak cemerlang dan berhati salju. Begitu tinggi kedudukan dan jasanya dalam sejarah perintisan Islam sehingga Nabi saw mengangkatnya sebagai anggota kehormatan dan bintang tamu keluarga beliau dengan sabdanya yang terkenal menjelang perang Khandaq (al-Ahzab), “Salman dari kami, Ahlulbait”.


Setelah Nabi Muhammad saw wafat, lelaki non Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Persia ini bersama sejumlah sahabat senior seperti Zubair bin Awwan, Miqdad bin al-Aswad dan Ammar bin Yasir melawan arus politik yang dominan dengan menyatakan Ali sebagai pemimpin pengganti Nabi.

Sejak saat itu Salman dikenal sebagai pendukung dan pengikut paling setia menantu Nabi itu. Pada masa-masa kepemimpinan tiga Khalifah, ia menghabiskan waktu dengan menimba ilmu di rumah Ali yang dikenal sebagai ‘gerbang pintu ilmu Nabi’ itu dan melakukan kegiatan dakwah di daerah-daerah terpencil Jazirah.

Hal inilah yang membuat penasaran sebagian sahabat. Suatu saat sebagian murid Ali berembuk demi mencaritahu rahasia kedudukan tinggi Salman. Salah seorang diantara mereka ditunjuk untuk melakukan misi mengintai dan menandingi prestasi Salman, terutama dalam kegiatan shalat jamaah dan majlis taklik Ali bin Abi Thalib.

Ia pun memulai misinya pada hari pertama. Saat azan subuh berkumandang, dia segera bangun dari tidur dan bergegas menuju masjid dengan harapan menjadi orang pertama yang berada di shaf belakang Amirul-Mukminin.

Saat memasuki area halaman masjid, hati berbunga karena ia hanya melihat satu jenis jejak kaki. “Ini pasti jejak kaki Ali dan Salman belum datang,” gumamnya dalam hati.

Betapa terkejut hatinya saat matanya menumbuk sosok Salman yang sedang duduk bersila di belakang sang Imam yang sedang sibuk berzikir. Ia benar-benar tidak habis pikir dan merasa kecolongan. Ia pun bertekad mengulangi misinya dalam acara shalat jamaah subuh esok.

Pada hari kedua, ia pun gagal melakukan misinya karena lagi-lagi Salman mendahuluinya. Meski sedih, ia tetap optimis akan berhasil mendahului Salman pada subuh hari ketiga. Untuk itu ia bertekad untuk berjaga malam dan tidak membiarkan kantuk menghampiri matanya.

Pada hari ketiga, beberapa saat azan subuh menyapa telinga warga, ia bergegas menuju masjid. Dengan langkah cepat dan dengan perasaan penuh keberhasilan dalam hati, ia memasuki gerbang masjid. Hanya ada satu jenis jejak bersambung di area masjid.

Tak apa yang tertangkap oleh matanya membuat pusing dan tak benar-benar tak percaya. Salman telah berada di shaf belakang Ali bin Abi Thalib.

Seusai melaksanakan shalat, ia merapat ke Salman dan bertanya dengan nada berbisik, “Salman, selama tiga hari aku mengikuti shalat jamaah ini dengan harapan bisa menjadi orang kedua setelah Ali yang memasuki masjid. Anehnya, meski aku hanya menemukan satu jejak kaki Ali, aku gagal mendahuluimu.”

Salman hanya tersenyum ringan mendengar pengakuannya.

“Aku masih heran karena hanya menemukan satu jejak kaki. Apakah kau memang tidur di masjid ini sejak malam sehingga jejak kakimu tidak terlihat?” tanyanya penasaran.

“Oh tidak, sahabatku. Aku segara bangun dari tidur saat hidungku menangkap aroma wangi Ali melintas di depan rumahku,” jawabnya pelan.

“Lalu, mengapa hanya ada satu jejak kaki?” tanya lagi dengan nada lebih kerasa.

“Oh soal jejak kaki itu, aku memang sejak semula ingin mengukuti Ali secara sempurna, termasuk menginjak kakiku di jejak kaki beliau,” sahut salman tenang.

Ia nyaris pingsan mendengar jawaban Salman. Saat itu juga ia mengakui bahwa dirinya tidak akan bisa menandingi lelaki dari Persia itu. Ia sangat mengagumi konsistensi dan totalitas salman dalam cintanya kepada Ali bin Abi Thalib, yang diyakininya sebagai duplikat Muhammad.


Advertisements

9 Responses to “Cinta Versi Salman”

  1. ALI Z.A. ALAYDRUS Says:

    AHSANTUM YA SAYID…WALLAHI CERITA2 SEPERTI INI YG ANE RINDUKAN..SEMOGA ALLAH PANJANGKAN UMUR ANTUM DALAM BERJUANG MEMBELA AGAMA ALLAH & AHLULBAIT NABI SOLAHHU ALIHI WA AALIH..TSALAWAT

  2. MOSLEM GOTHE Says:

    Salam Sejahtera atas mu wahai pengikut setia Amirul Mukminin dan Kemuliaan tercurah atas mu wahai Penulis yang menceritakan tentang kemuliaan Salma Al farisi

  3. Tidak hairanlah banga Parsi meraih kemuliaan menjadi Penjaga Amanah Ahlul Bait…semuanya berkat Salman al Farisi.
    Semoga Allah meninggikan makam Salman al Farisi atas pengorbanan beliau terhadap Ahlul Baiy as

  4. Sekiranya ilmu digantungkan setinggi tsurayya, maka orang ini (Salman) dan bangsanya yang akan meraihnya.
    Nice article ustadz. Minta izin copy paste artikelnya ke channel40.wordpress.com

  5. AbuAliya Says:

    Sebenarnya kita diberi peluang untuk bisa menggapai derajat tersebut, namun tinggal kitanya yang ngga kuat ya. Jadi jangan bilangTuhan tak adil, Menaikan derajat satu kaum dan menuduh tak memberi kesempatan pada kaum yang lain. Ayo wong Indonesia……KAMU BIIIISAAAAA…….Salawat dan dan salam buat Salman dan yang mau mengikututinya seperti caranya mencintai Al Itrah.

  6. allah telah mepersiapkan salman sejak di alam sononya, kita telah dengar sejarah kehidupannya, allah telah menjawab janjinya, orang-orang salman yang akan mendapatkan kejayaan, dan kita sedang menyaksikan pengikut salman mengukir sejarah dunia. (ALLAHU AKBAR) awas! bukan salman rushdi laknatullah.

  7. Sebuah kisah yg membangunkan!
    Versi cinta yg perlu diteladani dan diaplikasikan.
    Semoga kita semua mampu mencapai derajat mulia sahabat setia ini

  8. abadalaabidiin Says:

    aduh…..bak trisula yang menghujam menancap tepat di hati yang selalu lupa akan sosok yang tak tertandingi keluhuran budi pekertinya figur yang tak akan pernah terlahirkan lagi,tapi jiwa mereka tak pernah mati sampai akhir usia jagad ini,membaca riwayat di atas kita seperti tersadarkan akan kebodohan kita yg selalu sibuk mencintai dunia terbuai oleh bujuk rayu dajjal .terima kasih ustadz telah mengajari kami akan hakikat cinta yg sebenarnya.

  9. S Mashabi Says:

    luar biasa ana sampai merinding membaca tulisan yg antum buat semoga antum lebih banyak membuat tulisan2 seperti diatas Sholawat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: