ABDILLAH TOHA: “Tokoh Hamas” di DPR RI

p09-b-1_14img_assist_custom

“Indonesia sudah masuk dalam konspirasi besar negara adi daya Amerika Serikat,” katanya dengan nada kecewa ketika mengomentari pemerintah yang mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 1747 yang memberi sanksi kepada Iran dalam kasus program nuklir negara itu.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Abdillah Toha memang dikenal salah satu di antara sedikit wakil rakyat yang berani dan tajam tetapi tetap tenang dan santun dalam menyatakan pendapat-pendapatnya di hadapan pemerintah.

Bagi politisi yang bersama Amien Rais mendirikan PAN pada tahun 1998 itu, jika berani memegang teguh prinsip yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar, maka pemerintah Indonesia justru akan diperhitungkan dalam arena politik global dan tidak dipandang remeh oleh negara mana pun. Namun sayangnya, Abdillah tidak melihat karakter tersebut ada pada pemerintahan sekarang.

“Pemerintah selalu dibayangi ketakutan yang tidak perlu,” kata pria bertubuh tegap dan berkaca mata ini tentang keragu-raguan pemerintah untuk meninjau ulang kontrak-kontrak pertambangan dengan perusahaan-perusahaan asing. Padahal, menurutnya, perusahaan-perusahaan asing itu tidak akan lari meski hanya mendapatkan bagian yang lebih sedikit, sebagaimana sudah terjadi di negara-negara lain seperti Venezuela dan Bolivia. Sebaliknya, pemerintah justru bisa mendapatkan uang yang banyak sehingga dapat menyejahterakan rakyat sendiri.

Anggota Majelis Pensehat Partai (MPP) PAN ini juga mendesak pemerintah untuk berani meminta penangguhan pembayaran utang luar negeri demi membiayai kesehatan dan pendidikan masyarakat. “Bayangkan jika 200 trilyun yang setiap tahunnya dibayarkan pemerintah sebagai cicilan utang bisa digunakan untuk rakyat, maka ratusan ribu sekolah dan puluhan ribu rumah sakit bisa kita bangun,” tambahnya. Apalagi menurutnya, utang-utang itu diperoleh melalui jalan yang tidak halal.

Sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Abdillah merupakan orang Indonesia pertama yang mampu duduk di Komite Eksekutif Organisasi Parlemen Se-Dunia (IPU). Di tangan politisi senior yang bertugas di Komisi I (bidang luar negeri, pertahanan, dan intelijen) ini, parlemen Indonesia semakin diperhitungkan di tengah arena politik internasional. Berkat keuletan “diplomasi parlemen” yang dijalankannya, pada Sidang IPU ke-16 tahun 2005, delegasi Indonesia yang dipimpinnya berhasil memasukkan agenda tambahan yang menghasilkan keputusan untuk mendesak penarikan mundur pasukan AS dari Irak. Padahal, “keputusan ini ditentang negara-negara Eropa,” kisah Abdillah.

Di tengah masyarakat, sosok dengan prinsip yang sangat teguh ini juga dikenal sebagai salah satu pendiri Yayasan Imdad Mustadhaffin (Yasmin), sebuah lembaga sosial masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dengan sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu dan di bidang kesehatan dengan klinik bersalin gratisnya.

Di bidang lain, dunia perbukuan menjadi perhatian utamannya. Kelompok Penerbit Mizan yang didirikan dan dipimpinnya kini menjadi salah satu penerbit papan atas di Indonesia. Baru-baru ini, Mizan berhasil mencatatkan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang diterbitkannya sebagai buku terlaris sepanjang sejarah Indonesia.

Abdillah Toha menamatkan studinya di University of Western Australia dengan predikat terbaik, meraih J.A. Wood Memorial Prize untuk prestasi akademisnya, dan mendapatkan Distinguished Alumni Award dari pemerintah Australia. Menikah dengan Ning Salma, pria yang produktif menulis di berbagai suratkabar nasional ini dikarunia tiga anak; Reza, Karima, dan Nadia.

Kini ia merasa misinya belum selesai. Karena itu mantan Ketua Fraksi PAN di DPR initidak menolak saat partainya memintanya mencalonkan lagi sebagai calon anggota DPR RI (nomer urut 2) untuk wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Neger. Selamat berjuang!

Advertisements

10 Responses to “ABDILLAH TOHA: “Tokoh Hamas” di DPR RI”

  1. Mudah2an Pemilu depan makin banyak melahirkan politikus2 handal sekelas Pak AT.

    Mudah2an Pak ML segera menyusul ke Senayan.

    Take Action, Make It Happen !

  2. ben alwi Says:

    Seandainya Indonesia punya 5 orang seperti beliau(ABDILLAH TOHA) maka indonesia akan adil,makmur,tidak punya hutang luar negeri, dan berwibawa di kancah internasional, tidak ada negara manapun yang berani mendekte indonesia.
    selamat berjuang pak Abdillah…”Ismail Haniah” indonesia.

  3. ben alwi Says:

    Seandainya Indonesia punya 5 orang saja seperti beliau(ABDILLAH TOHA) maka indonesia akan menjadi negara yang adil,makmur,tidak punya hutang luar negeri, dan berwibawa di kancah internasional, tidak ada satupun negara yang berani mendekte indonesia.
    selamat berjuang pak Abdillah…”Ismail Haniah” indonesia.

  4. Tampaknya sulit keterbelakangan Indonesia bisa digapai tanpa melalui akidah yang benar (disini setiap muslim perlu belajar perbandingan mazab), dan perlu penyebaran mulai dari tingkat akar rumput melalui tokoh2 & ustad2 yang gigih dan tanpa pamrih. Sayang jika umat islam yang banyak ini tak termanfaatkan. Kalau tahu siapa Imam Mahdi sesungguhnya. Tentu kita bisa bersatu.

  5. MOSLEM GOTHE Says:

    Wahai TUHAN KAUM TERTINDAS…Jadikanlah Mr. AT, Mr. ML, Mr. MH dan Mister Mister yang Proletar dan mempunyai cita2 sebagai martir yang berjibaku di tengah lumpur penzaliman dan ketidakadilan Hak2 Manusia ini dapat duduk di senayan sebagai wakil rakyat tempat kumpul orang2 hebat….orang2 hebat bagi kaum tertindas…Amiin….

  6. Quito Riantori Says:

    Sudah tidak diragukan lagi bahwa pemerintah SBY adalah perpanjangan tangan AS & Zionism

  7. Turut kecewa dan prihatin dengan parlemen yang mendukung keputusan PBB tersebut, agaknya hak interpelasi DPR 2007 lalu tak banyak pengaruhnya atau gimana ?

    Asas politik LN Indonesia : ‘BEBAS AKTIF’…

    Ironisnya, kita tidak bisa Aktif melakukan diplomasi yang berarti, dan tidak bebas karena kepentingan-kepentingan asing. Untuk Pa Abdillah, semoga selalu istiqomah dan diberi kekuatan…dan makin banyak parlemen yang sadar dan berani.

    Untuk Para Caleg, Selamat berjuang bukan hanya demi kursi 🙂

  8. apakah sistem indonesia saat ini memungkinkan untuk melakukan perubahan? Ataukah perubahan harus dilakukan dari luar sistem?

  9. ALI Z.A ALAYDRUS Says:

    Saya pribadi mendukung Sayid Abdullah Toha utk terus berjuang di DPR..krn jujur saja kita semua sudah cape lihat DAGELAN YG TIDAK LUCU , yg dimainkan oleh para anggota DPR yg nota bene mengaku sebagai wakil rakyat, apalgi skrg kita lihat di jalan banyak sekali para caleg yg tdk pantas jadi caleg

  10. Selamat berjuang untuk mengemban amanat ilahi dan sekaligus amanat rakyat Indonesia. Masih banyak yang harus diperbaiki dalam sistem perpolitikan Indonesia saat ini.

    Semoga dengan makin banyaknya ikhwan “wakil rakyat” yang terpimpin oleh “… Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan-Perwakilan”, maka Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Ketuhanan Yang Maha Esa serta Persatuan Indonesia mampu menghadirkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Amin… Ya Rabb al-‘Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: