Meratapi Kepergian “Cahaya Kedua”

4515338120

Nabi kembali ke Madinah. Yang membuatnya cemas adalah sepak terjang negeri jiran di sebelah selatan yang dipimpin oleh Heraclius. Beliau pun dengan mulai uzur berteriak agar semua lelaki yang sehat jasmani bersiaga di bawah komando Usamah bin Zaid.

Sementara itu kerajaan Romawi telah mengerahkan brigade pasukan kavelri untuk melakukan pembersihan terhadap warga yang memeluk Islam dalam wilayah kekuasaannya, termasuk gubernur Syam, Farwah bin Amru al-Jazâmi, yang telah lebih dulu mengirim surat kepada Nabi yang bersisikan pernyataan keislamannya. Inilah salah satu alasan pergerakan mesin perang Romawi.

Seruan-seruan Muhammad yang yang menggigil sambil berselimut disambut dengan aksi ‘mogok taat’. Entah kenapa?

Nabi pun secara resmi dinyatakan ‘sakit’ oleh juru bicara Ahlul-Bait, Ali bin Abi Thalib. Meski demikian, instruksi perang melawan agresi Romawi tidak dianulir. Para sahabat di bawah pimpinan Usamah bin Zaid pun secara terang-terangan melakukan aksi mogok perang di al-Jurf dekat Madinah al-Munawwarah, bahkan berenecana meggelar sidang luar biasa dan membentuk pansus akuisisi.

Kamis adalah hari yang paling menyedihkan bagi Fathimah. Betapa tidak, ayahnya yang terbujur lemas dicerabut haknya oleh tetamu tak diundang, para aktor ‘aksi mogok taat’. Suaranya yang parau meminta setangkai pena ditelan koor bergumam bahkan seleroh ‘dia sudah pikun’.

Sebuah mimpi telah mengejutkannya. Ia melihat Quran yang ada di kedua tangannya dan terbang membumbung tinggi ke langit, dan Fathimah pun melihat dirinya terbang di belakangnya. Dan al-Quran itu pun menyeru:

“Terbang mendekatlah padaku. Terbanglah ke langit. Dan Fathimah pun melihat ke belakangnya maka dia melihat bumi bercahaya terang benderang disambar petir dan kilat (halilintar).”

Ia pun mendatangi Nabi di biliknya dengan wajah tegang:.

Ayahku, aku telah melihat Quran terlepas dari tanganku.

Muhammad menjawab dengan suara lemah seakan berbisik

Wahai Fathimah, setiap kali aku menyeru maka dijawablah seuranku itu. Dan sungguh Jibril as telah membacakan al-Quran kepadaku dua kali dalam tahun ini.

Meledaklah tangis Fathimah. Duka kepergian ayahnya telah meremas sukmanya dan menggoyahkan tubuhnya hingga roboh di pelukannya.

Muhammad berusaha tersenyum menghibur Fathimah:

Jangalah engkau bersedih. Bahagialah. Engkaulah Ahlul Bait pertamaku yang akan segera menyusulku..

Paras Fathimah pun kini mulai merona. Fathimah mengusap memeluk tubuh ayahnya seraya berkata:

Aku mengeluh duka darimu ‘duhai hari Senin, sungguh masa kejayaan Islam telah sirna, karena Ali telah mengimani (mempercayai) seorang pria yang dia telah mendidiknya segala intisari akhlah dan kedermawanan semenjak kecilnya dan mengajarinya intisari ilmu ketika dia beranjak dewasa dan membukakan (menyingkap) baginya pintu-pintu alam malakut yang penuh misteri itu. Dan Nabi pun memegangi erat-erat tangan sang pemuda perkasa pahlawan terbesar Islam sepanjang masa yang telah dengan mengorbankan dan menyerahkan ruh dan jiwa raganya hanya untuk Allah dan Rasul-Nya semata. Dan Allah-lah satu-satunya pengawas setiap rahasia yang terpendam.

Daur waktu pun bergulir cepat seiring serangan racun yang merasuk keras ke setiap sel tubuhnya. Muhammad rebah, menyimak kidung malaikat Rahmat menghibur di biliknya yang muram. Lalu suara paraunya meluncur memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain.

”Selamat datang untuk kalian semua, mudah-mudahan kalian dibelas kasihi oleh Allah Ta’ala. Saya berwasiat supaya kalian bertakwa kepada Allah, dengan sebenar-benarnya taat kepada-Nya, karena sungguh sudah dekat perpisahan di antara kita, telah dekat pula waktunya kembali kepada Allah Taala yang menempati Surga-Nya.

Kalau sudah datang ajalku, maka kuminta ‘Ali yang memandikan aku, Fudlail bin Abbas yang menuangkan air, dan Usamah bin Zaid membantu mereka berdua. Kemudian kafani aku dengan pakaianku saja manakala kamu semua menghendaki, atau dengan kain Yaman yang putih.”

Ketika kalian sedang memandikan aku, letakkanlah aku di atas tempat tidurku di rumahku ini, yang dekat dengan liang kuburku nanti. Setelah itu kalian keluar sejenak meninggalkan aku. Pertama kali yang mensalati aku adalah Allah Swt, lalu malaikat Jibril, malaikat Israfil, malaikat Mikail, malaikat Izrail beserta pembantu-pembantunya, kemudian dilanjutkan oleh para malaikat semua. Sehabis itu kalian masuklah dengan berkelompok-kelompok, dan lakukanlah salat untukku.”

Dan “Cahaya Kedua” itu pun mengangkasa diiringi armada malaikat utama menemui Kekasihnya di altarnya yang suci. Ruh Muhammad melesat melintasi langit-langit meninggalkan jasadnya di antara pangkuan kedua tangan Ali dan Fathimah serta Hasan dan Husain.

Angin berdesir meniupkan kidung kesedihan memasuki kisi-kisi jiwa Ali dan pendukungnya beriring hiruk pikuk pesta “dagang sapi” sidang darurat di ujung Madinah, pendapa Saqifah.

“Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”[QS. Ali Imran (3) : 144]

Advertisements

16 Responses to “Meratapi Kepergian “Cahaya Kedua””

  1. Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un…
    Muhammad saw. telah pergi dan bukan berarti perjuangannya selesai…
    Perjuangannya diteruskan oleh cucunya, Al-Husayn as.!!!
    Assalamu’alayka ya Abal Qasim…

  2. Dear …

    Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un…

    Non Everything like Him … Nothing !!! No One !!! Ever !!!

  3. Dear …

    Izin meng-copy tulisan ini Ust …

  4. ABU KANIEZ Says:

    Inna Lillahi Wa Inna Ilayhi Rajiun
    Sungguh Besar Musibah duka kepergianmu, karena dengan kepergianmu putuslah wahyu dari langit untuk umat manusia ini.

  5. Ah, sepertinya terlalu berlebihan… Kunjungi B;og saya yah…

    Labib: Sudah saya intip. Maaf, kurang tertarik… Mau mengkavling sorganya? Santai aja!

  6. saya kutip tulisannya ya Pak Muhsin…

  7. Innalillahi wa innailaihi rojiun
    Assalamu’alaika ya Abal qosim..
    Assalamu’alaika ya Rasulullah

    Ya Allah jadikan kesedihan kami semua sebagai, ungkapan kecintaan kami dan sebagai perisai kami di akhirat nanti

    atasku…
    mau numpang ngetop yah…jgn pake blog org mas..hehheh

  8. Kami turut berduka cita
    Assalamu’alaika Ya Rasulullah, isyfa’lana

    @W

  9. Inna LiLLahi wa Inna ILayhi Rajiun….

    dan Hadis Tragedi hari kamis yang ditulis di Kitab Hadis Bukhari dalam Babun Ilmi Nomor 82 ternyata sudah diraibkan oleh segilintir kelompok yang menamakan diri MUI, padahal kami masih menyimpan Hadis tersebut yang belum di raibkan….

    sekali lagi Inna LiLLahi wa Inna ILayhi Rajiun…. karena bukan hanya Nabi Muhammad yang diraibkan tetapi jejak jejak perjuangannya pun bahkan mau diraibkan….

    Manusia seperti apakah yang sejahat itu…menghilangkan jejak Rasulullah dengan menginkari Ahlul Baithnya bahkan jejak-jejak perjuangannya…

    Inna LiLLahi wa Inna ILayhi Rajiun…. seperti kata Ibnu Abbas yang meriwayatkan hadis tragedi Hari kamis…Bahwa celakalah kita…karena Nabi belum sempat mengumumkan dua Wasiat yang akan membuat umat Islam selamat dunia dan akhirat… penyebabnya karena sekelompok yang mengaku sahabat menyebut Nabi Muhammad sedang “meracau atau mengigau” hingga membuat nabi mengusir Kelompok fitnah tersebut dan salah seorang diantara kelompok itu masuk dalam daftar Khulafaur Rasyidin…..sungguh celakalah kelompok tersebut….( kata Ibnu Abbas )

    Inna LiLLahi Wainna ILaYHI Rajiun…..

  10. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun …

    Kami yang berduka …..

  11. innalillahiwainnailahirooji’un………..

    assalamualaika ya abal Qasim…..
    ya Rasul Allah terimalah salamku….

    ya wajiihan indallah…isyfa’lanaa indallah….

  12. MOSLEM GOTHE Says:

    Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun…Salammualaika Ya Rasullullah saaw….Syafaatilah kaum Mukminin

  13. Abadalaabidiin Says:

    Fakta Sejarah kepergian Nabi Saw memang cenderung disamarkan…padahal tidak lebih dari 6 org menyemayamkan jasad beliau yg agung…jadi tidak ada yg berlebihan tuh..

  14. damartriadi Says:

    Betapa ironisnya, mereka yang tinggal sezaman, sebenua, sewilayah, sekota tidak mengenal maqam Muhammad SAW sebaik mereka yang mukhlis namun bernapas di atmosfer industrial abad ini.
    Ah memang….ini bukan perjalanan dalam dimensi ruang dan waktu.
    Ini adalah perjalanan spiritual…tempat segala pembatas materi itu tidak lagi relevan dijadikan faktor.
    Mereka yang sezaman namun di waktu berangkatnya ruh Muhammad yang agung dari jasadnya yang suci sedang berdebat di saqifah…sungguh mereka tidak memiliki ma’rifah akan maqam Muhammad SAW.
    Mereka yang terpisah satu setengah millenia di belahan dunia yang terang benderang di bawah sang Surya ketika semenanjung Arabia berada di tengah kegelapan malam, namun merindukan Muhammad SAW lebih dari merindukan anak mereka sendiri…
    Siapakah yang lebih layak untuk dijadikan sahabat di taman Surgawi?
    Mereka yang lalai ditengah kehadiran jasadi, atau mereka yang senantiasa rindu diluar hamparan ruang-waktu?
    Salam dan Salawat Allah bagimu wahai Baginda termulia, penghulu alam wujud, sebab kedua, akibat pertama, wujud imkan terawal, penghubung antara Ketakterbatasan Abadi dengan apa-apa yang bergantung pada-Nya, pemberi syafaat seluruh jin dan manusia dari awal sampai akhir masa, Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga sucimu….

  15. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Allhohumma sholli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad

  16. kertanegara Says:

    INNA LILLAHI WA INNA ILAHI RAJIUN…kau tinggalkan kami duhai Nabi nan agung…kau tinggalkan kepada kami itrah Ahlul-bayt dan ALQURAN sebagai penerang kami…..semoga kami selalu berpegang teguh kepada 2 pusaka peninggalan MU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: