Hore! Raja Saudi Pecat Dua Ulama Wahabi Esktrem

Masyarakat Arab Saudi, Minggu (15/2), menyambut gembira perombakan luas pemerintah oleh Raja Abdullah sebagai langkan berani ke depan. Sebelumnya, pada Sabtu, Raja Abdullah memecat dua tokoh agama konservatif dan menunjuk perempuan menteri pertama di negara itu.

   

“Pembaruan yang berani,” surat kabar Al-Hayat mengatakan dalam berita utamanya.

 

Sementara, Saudi Gazette menyatakan perombakan itu merupakan “dorongan bagi pembaruan” di kerajaan Muslim tersebut.

   

“Segalanya fantastis. Inilah yang telah kami perjuangkan,” kata Ibrahim Mugaiteeb, pemimpin Human Rights First Society, yang telah berjuang melawan pemerintah berturut-turut mengenai pelanggaran HAM.

   

Pada Sabtu, Abdullah mengumumkan perombakan besar pertama pemerintah sejak ia menjadi raja Agustus 2005, dengan menunjuk empat menteri baru, dan mengganti sejumlah pemimpin penting pengadilan dan merombak Dewan Ulama, badan ulama penting yang interpretasinya mengenai aturan Islam melandasi kehidupan sehari-hari di kerajaan itu. Raja juga menunjuk 79 anggota baru lembaga konsultatif Dewan Syura, kata Al-Hayat.

   

Dalam perubahan besar yang tampaknya ditujukan pada ulama konservatif yang mendominasi pengadilan, Raja Abdullah mengganti kepala Dewan Pengadilan Tertinggi Sheikh Saleh al-Luhaidan, yang dikatakan aktivis Saudi telah merintangi pembaruan selama bertahun-tahun.

   

Ia juga mengganti kepala polisi agama Muttawa, Sheikh Ibrahim al-Ghaith, yang telah memimpin kampanye agresif di media bagi pelaksanaan keras adat-istiadat Islam, dan menantang tokoh lain yang lebih liberal dalam pemerintah. “Perombakan pemerintah Saudi yang diumumkan kemarin tidak hanya perubahan pengawal itu. Itu pertanda jelas dari perubahan besar di kerajaan ini,” kata Arab News dalam editorialnya.   

 

Beberapa pihak telah memprediksikan bahwa perubahan di kerajaan itu dapat datang dari gerakan raja.

   

Perjuangan menyangkut moralitas publik dan perempuan dalam jabatan senior telah muncul selama beberapa tahun, dan tantangan terhadap Islam konservatif meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

   

Kelompok perempuan menuntut lebih banyak hak dan dipatahkannya rintangan yang membatasi kesempatan karir mereka. Lalu, masyarakat minta film diputar di gedung bioskop, yang telah dilarang selama 30 tahun, dan kelompok HAM menuduh hakim Islam melakukan pengadilan kasar dan tidak konsisten.

   

Pekan lalu Puteri Amira at-Taweel, isteri hartawan Pangeran Alwaleed bin Talal, menyampaikan keluhan secara terbuka. Meskipun ia dapat mengemudikan mobil di tempat lain di manapun di dunia, ia tidak dapat menyetir mobil di negaranya sendiri, karena hal itu dilarang.

   

Namun simbolisme perubahan raja itu akan memiliki dampak. Yang paling simbolis adalah penunjukan veteran ahli pendidikan Norah al-Fayez sebagai wakil menteri pendidikan untuk perempuan — jabatan paling tinggi yang pernah diberikan kepada perempuan di kerajaan itu.

   

Meski demikian, langkah bagi perempuan tidak akan sejauh yang banyak orang harapkan. Pada Januari, media Saudi melaporkan bahwa para anggota baru Dewan Syura akan termasuk enam perempuan. Sebelumnya, perempuan tak terwakili di dewan itu pada masa lalu. Namun, ternyata tidak ada satu perempuan pun muncul dalam daftar baru itu. 

   

Yang lebih fundamental adalah perubahan pada kepemimpinan agama di negara itu, yang mendominasi pemikiran dalam pendidikan, pengadilan, dan kehidupan sosial.

   

Penggantian Luhaidan, yang memalukan pemerintah September lalu, ketika ia mengatakan bahwa pemilik saluran televisi satelit yang menyiarkan siaran “tidak bermoral” sebaiknya dibunuh, dipercaya akan membuka lagi pintu bagi pembaruan.

   

Hal yang sama mungkin pada Dewan Ulama. Ia telah menunjuk sejumlah anggota baru, dan untuk pertama kali mencakup wakil dari semua empat sekolah hukum agama Sunni. Sebelumnya hanya sekolah Hambali, sekolah ultra-konservatif yang mendominasi versi Islam Saudi, yang mewakili dewan itu.

   

Zulfa mengatakan perombakan akan membawa “mentalitas baru, dan berbeda” pada pemerintah.

   

Penting untuk meyakinkan perubahan itu akan menjangkau ajudan raja yang sangat berkuasa, yang tetap menjabat dalam jabatan yang telah mereka pegang selama bertahun-tahun, kata pengamat.

   

Itu termasuk saudara tirinya Mendagri Pangeran Nayef, Menhan Putera Mahkota Sultan, dan Gubernur Riyadh Pangeran Salman, dan juga Menlu Pangeran Saud.(ant/kompas)

Advertisements

6 Responses to “Hore! Raja Saudi Pecat Dua Ulama Wahabi Esktrem”

  1. Ayoo…fundamentalis wahhabi…lawan!!!
    Jangan mau dibuang gitu aja, inget…nenek moyang si bedul ini bisa jadi raja karena nt orang juga yg ngehajar ahl sunnah di hejaz……(Provokator)

  2. Kebebasan yang bertanggung jawab sudah menjadi kebutuhan yang primer dikala ini…

    Kelompok ekstrem..? emangnya dunia ini milik mereka shg seenaknya hak-hak manusia mereka batasi… Pembatasan hak seseorang harus dibatasi karena keterikatan dengan hak-hak manusia lainnya, bukan sekelompok orang yang mengatas namakan stempel Tuhan..

    Batasan Raja…? emangnya masih pantes ada raja yang berkuasa jaman kini

  3. Abu Al Hasan Says:

    beta tidak mengharapkan ini terjadi. bagaimanapun King Abdullah adalah pelindung resmi semua dari Al Muwahiddun. kalau King Abdullah sudah berani menyingkirkan ulama-ulama Salafy Wahabi, lantas bagaimana dong nasib cabang-cabang mereka di Indonesia ?

    Kita berharap si pemilik blog ini mulai jujur : apa benar sekarang mulai ada split serius antara pihak kerajaan dengan pihak Al Muwahiddun ?

    bagaimana analisisnya ? kudu dijawab, karena ini lebih menarik tinimbang kamnpanye di Dapil Lumajang dan Jember. bukankah begitu ?

  4. wagiman (FORKITA PAPUA) Says:

    wahabi
    adalah aliran yang menghancurkan islam
    dan itu harus di cegah
    dan arab saudi harus bebas dari kaum wahabi

  5. trisasongko Says:

    Dari az-Zubair ibn ‘Adiy, kami mendatangi Anas ibn Malik, kami mengeluhkan kepadanya apa yg kami dapati pada Al-Hajjaaj, maka ia (Anas) berkata, “Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya tidaklah datang kepada kalian zaman kecuali yang sesudahnya lebih buruk darinya, sampai kalian bertemu Rabb kalian, demikian yang aku dengar dari Nabi kalian shallallaahu ‘alaihi wa sallam (HR. Bukhari).

  6. hilmi al hakim Says:

    Yang punya blog ini JIL apa????

    kok malah pake Hore!!!,penurunan ini menunjukkan kemunduran. kalau perempuan mau porsi, smua udah diatur dalam islam.tinggal pelaksanaannya. saya kira sistem raja yang mutlak di saudi memangg sudah tidak relevan. lagian di islam tidak mengenal tuch sistem kerajaan. ini akal-akalan raja abdullah saja.

    TEGAKKAN ISLAM YANG KAFFAH

    Labib: Meski anti kerajaan, tindakan Raja Abdullah, tentu menggembirakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: