Gawat! Netanyahu Kembali, Timur Tengah Waspada

Benjamin Netanyahu, 59 tahun, memasuki dunia politik dengan penuh gelora. Hingga kini, semangat itu muncul dalam sikapnya mengenai penarikan pasukan Israel untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.

Netanyahu justru berjanji untuk terus melebarkan sayap Israel ke wilayah Barat. Bahkan, mantan perdana menteri yang kini menjadi pemimpin kubu oposisi di parlemen juga menyatakan perjanjian perdamaian dengan Palestina sebagai sebuah kemustahilan.

“Israel justru harus menguasai perekonomian Palestina seiring langkah militer yang terus berjalan,” kata lelaki yang sering dipanggil Bibi ini.

Menurut Netanyahu, pemberian lahan bagi Palestina justru akan memicu lebih banyak kekerasan. Pendapatnya ini bergaung cukup keras dalam pemilihan umum Israel yang diadakan Selasa (10/2).

Apalagi Israel masih mengalami kerugian akibat serangan rudal kelompok radikal Palestina, Hamas. Konflik bersenjata Hamas-Israel dan kerasnya reaksi Netanyahu ini yang membantunya memenangi pemilu 1996.

Netanyahu berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Benzion, seorang sejarawan yang memegang posisi penting dalam Partai Likud menjelang terbentuknya negara Israel. Kakaknya, Yoni, adalah pahlawan perang yang tewas dalam upaya pembebasan tawanan di Entebbe, Uganda, pada 1976. Mereka berdua membentuk pandangan politik Netanyahu.

Pemegang dua gelar sarjana dari Institut Teknologi Massachussetts di Amerika Serikat ini sempat disegani sebagai juru bicara Israel. Ia pernah menjadi perwakilan Israel di Perserikatan Bangsa-bangsa. Ketika kembali ke Israel, 1988, Netanyahu menjadi anggota parlemen dari partai Likud sebelum memimpin partai itu pada 1993.

Masa kepemimpinan Netanyahu ditandai dengan memburuknya hubungan dengan Palestina dan kegagalan upaya perdamaian dengan Suriah. Ia pernah bertemu pemimpin perjuangan Palestina Yasser Arafat dan menyerahkan kota Hebron di wilayah Barat ke pemerintahan Palestina. Ia gagal dalam pemilu 1999.

Pengamat politik Israel Hanan Crystal mengatakan Netanyahu memiliki banyak wajah. Netanyahu yang bertemu Arafat berbeda dengan Netanyahu yang membuka terowongan bersejarah di Pusat Muslim Yerusalem pada 1996, atau Netanyahu yang membangkitkan amarah bangsa Arab.

“Bukan hanya satu Bibi, ada banyak Bibi,” kata Crystal. (AP/vivanews)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: