Dubes Iran : Satelit Iran Tak Pakai Jilbab

64746_behrooz_kamalvandi_thumb_300_225

Ketakutan sejumlah negara mengenai perkembangan teknologi luar angkasa Iran dinilai tidak beralasan. Awal pekan ini, 2 Februari 2009, Iran telah meluncurkan satelit Omid (harapan) dari tempat peluncuran yang tidak disebutkan.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Behrooz Kamalvandi, mengatakan ketakutan itu berasal dari mentalitas dan ketakutan berlebihan yang tidak memiliki dasar.

“Padahal kenyataannya sangat jelas, peluncuran satelit itu untuk tujuan riset, lingkungan, dan membantu kehidupan sipil rakyat Iran,” kata Behrooz pada VIVAnews di sela-sela Seminar Internasional Religion in Contemporary World di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Banten, Kamis (5/2).

Perkembangan teknologi Iran memang membuat negara para mullah itu memiliki kekuatan tambahan. Kamalvandi menilai wajar jika lawan-lawan Iran tidak menyukai pencapaian Iran itu. “Tapi bukan masalah kami jika mereka tidak senang,” ujar diplomat yang fasih berbahasa Spanyol dan Inggris itu.

Dua bulan mendatang, Iran juga berencana meluncurkan satelit selanjutnya, yaitu tepat pada awal tahun baru Iran. Satelit kedua ini, menurut Kamalvandi, bertujuan melengkapi riset sehingga Iran mampu meluncurkan satelit yang lebih kuat dan efisien.

“Tentu akan ada satelit-satelit berikutnya, Omid tidak akan menjadi satu-satunya satelit Iran yang mengorbit,” kata ayah empat anak itu.

Berikut wawancara wartawan VIVAnews, Shinta Eka Puspasari, dengan Kamalvandi – yang telah bertugas di Indonesia sejak 2006.

Apa tanggapan Anda atas reaksi tajam negara-negara Barat mengenai peluncuran satelit Omid?

Entah mengapa, saya tidak tahu, reaksi mereka itu muncul dari mentalitas dan pola pikir penuh kecurigaan. Padahal kenyataannya sangat jelas, peluncuran satelit itu bertujuan membantu masyarakat Iran dalam bidang sipil, lingkungan, dan penelitian.

Tentu ini memberi kekuatan pada Iran, setiap pencapaian dalam bidang pengetahuan selalu menambah kekuatan, dan musuhmu tidak akan suka. Di Indonesia pun begitu, suka atau tidak. Jika ada negara yang tidak senang, itu masalah mereka.

Ada rencana meluncurkan satelit lagi?

Tentu akan ada satelit lagi setelah dua bulan, pada awal tahun baru Iran.

Apa tujuannya?

Untuk melanjutkan riset dan menyelesaikan rantai penelitian agar kami mampu meluncurkan satelit yang lebih kuat dan efektif. Omid sudah mengorbit pada ketinggian 250-350 kilometer dari bumi, satelit selanjutnya tentu akan lebih jauh menjelajahi luar angkasa.

Tentu akan ada satelit lainnya. Omid tidak akan menjadi satu-satunya satelit Iran yang mengorbit.

Bagaimana tanggapan Iran mengenai rencana pemberian insentif dari Amerika Serikat dan sekutunya dengan syarat Iran menghentikan program pengayaan uranium?

Sejak awal kami katakan tidak ada alasan bagi Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium. Mereka pasti juga akan meminta Indonesia berhenti jika Indonesia memulai program serupa.

Padahal mereka tidak memiliki hak memaksa negara lain melupakan hak sipilnya dan segala hal menyatakan kami berhak menggunakan energi ini untuk tujuan perdamaian.

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana menunjukkan aktivitas negara Anda untuk perdamaian? Ada mekanisme dari IAEA, mereka telah mengirim banyak pemeriksa, kami telah menerima lebih dari 3.000 laporan dan tidak ada satu pun indikasi kami mengolah uranium untuk keperluan militer.

Masalahnya, ada beberapa negara yang tidak ingin negara lain menjadi kuat. Mereka ingin negara-negara itu bergantung pada mereka. Sebelum revolusi Iran, kami mengimpor obat-obatan dari negara-negara Barat. Sekarang kami siap mengekspor obat, di Iran, kami sukses melakukan operasi-operasi rumit seperti transplantasi jantung.

Apa harapan Iran atas kepemimpinan baru Amerika Serikat di bawah Presiden Barack Obama?

Kami masih menunggu dia melakukan langkah nyata, itu yang penting.

Beberapa hari lalu Obama mengatakan ingin memperbaiki hubungan dengan Iran, bagaimana sikap Iran?

Tentu kami siap jika mereka sungguh-sungguh dengan perkataannya.

• VIVAnews

Advertisements

3 Responses to “Dubes Iran : Satelit Iran Tak Pakai Jilbab”

  1. Kini telah mulai bermunculan hasil revolusi islam, revolusi MAHDI as. sebagaimana para murid A’IMMAH ratusan tahun lalu yg telah menemukan berbagai dasar keilmuan yg sangat berguna bagi kehidupan manusia ( IBNU SINA, KHAWARIZMI, ALKINDI, DLL) inilah yg namanya PENANTIAN

  2. Alasan barat ketakutan akan kemajuan iran, karena mereka menyakini akan ramalan nostratdomus bahwa kejayaan mereka (barat) akan segera dihancurkan oleh bangsa persia

  3. SEBENARNYA NEGARA BARAT TAKUT, JIKA NEGARA2 ISLAM MENANDINGI TEHNOLOGI BARAT, TENTU NANTI MEREKA AKAN KETINGGALAN DARI NEGARA ISLAM. SEBAB TENAGA NUKLIR MEMBERI MANFAAT PADA NEGARA YG MEMPUNYAI NUKLIR. CONTOHNYA LISTRIK YG MENGGUNAKAN TENAGA NUKLIR, DAPAT MENGHEMAT EKONOMI UNTUK 50 TAHUN AKAN DATANG, BAYANGKAN SAJA HIDUPNYA LISTRIK MASIH MENGGUNAKAN MINYAK DAN BATUBARA. JIKA MENGGUNAKAN NUKLIR TENTU BAHAN NYA DARI MINYAK DAN BATUBARA DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN LAIN.
    JIKA AMERIKA DAN ISRAIL TIDAK ADA NUKLIR MUNGKIN NEGARA ISLAM LAINYA JUGA TIDAK INGIN MEMPUNYAI NUKLIR. KENAPA NEGARA BARAT HARUS TAKUT. KAN BAGUS KALO SEMUA NEGARA DI DUNIA MEMPUNYAI NUKLIRNYA, KAPAN LAGI ADA NUKLIR UNTUK INDONESIA.
    AYOO PEMIMPIN INDONESIA CIPTAKAN NUKLIR2 UNTUK KEPERLUAN RAKNYATMU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: