Obama Masuk Gedung Putih, Saham-saham Wall Street Rontok

barrack-hosein-obama-jd-pres-as

Meski sebagian  rakyat Amerika dan dunia meyakini Obama sebagai pemegang tongkat magic, kehadirannya pada hari pertama di Gedung Putih malah membawa isyarat buruk.

Saham-saham Wall Street jatuh, Selasa (20/1) waktu setempat, karena kekhawatiran baru terhadap sektor perbankan global menutup optimisme yang bergema dari pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 332,13 poin, atau 4,01 persen menjadi 7.949,09, terpuruk di bawah level psikologis 8.000 poin. Indeks komposit Nasdaq melemah 88,47 poin, atau 5,78 persen, menjadi 1.440,86 dan indeks Standard & Poor’s 500 turun 44,90 poin, atau 5,28 persen, menjadi 805,22.

Pasar dibuka melemah dan kehilangan akselerasi sekalipun dunia memantau pelantikan Obama, sebuah peristiwa yang diperkirakan akan memicu harapan untuk krisis keuangan global.

“Pelantikan selalu sering kali penuh dengan harapan besar, atau ragu-ragu bercampur takut, tergantung pandangan Anda terhadap presiden mendatang, dan ini barangkali emosi ekstrem lebih dari sesuatu selama hidupku,” kata John Wilson dari Morgan Keegan. “Kami menghadapi resesi berat di seluruh dunia dan iklim politik kejam di banyak tempat di dunia. Kami memohon dengan penuh semangat kepada presiden baru kami agar dapat mengarungi periode sulit ini dan ia dikelilingi oleh sebagian besar penasihat yang kompeten,” tambahnya.

“Pembunuhan” terkonsentrasi di sektor finansial, dengan Citigroup merosot 20 persen di tengah kekhawatiran akan meminta sebuah dana talangan baru atau dinasionalisasi. “Situasi ini mengindikasikan bahwa periode bulan madu Tuan Obama akan berlangsung singkat, kemungkinan sudah berakhir,” kata Patrick O’Hare dari Briefing.com.

“Itu juga mengindikasikan kekhawatiran yang ada tentang nasionalisasi sistem perbankan,” tambahnya lagi.

Kekhawatiran ini, lanjutnya, mencapai level baru kemarin karena Royal Bank of Scotland mencatat kerugian hingga 41,3 miliar dollar AS untuk tahun fiskal 2008, sehingga memicu intervensi putaran baru oleh Inggris. “Diyakini, pada akhirnya akan mendorong nasionalisasi skala penuh pada RBS dan mungkin sistem perbankan di Inggris,” kata dia.

Saham perbankan seluruh dunia terseret turun akibat kekhawatiran berlanjutnya kerugian yang akan mendorong lebih banyak nasionalisasi. Kecemasan fokus di Inggris, dimana Royal Bank of Scotland dam Lloyds dalam masalah lagi.

Pasar-pasar saham utama Eropa ditutup melemah pada Selasa waktu setempat, dengan indeks FTSE 100 dari saham-saham terkemuka London turun 0,42 persen menjadi 4.091,40 poin. Di Paris, indeks CAC 40 turun 2,15 persen menjadi 2.925,28 poin, sementara di Frankfurt indeks Dax turun 1,77 persen menjadi ditutup pada 4.239,85 poin. (kompas)

Advertisements

2 Responses to “Obama Masuk Gedung Putih, Saham-saham Wall Street Rontok”

  1. Ditilik dari kacamata klenik:
    Ternyata pada prosesi pelantikan kali ini, terjadi kesalahan fatal protokoler kepresidenan AS,
    Ngapain mereka pilih Pendeta ‘pengambil sumpah’ yang rambutnya juga rontok?
    Maka inilah akibatnya

    Tapi sebagai sesama marilah kita doakan:
    Mudah2an hal-ihwal rontok ini menjadi pertanda awal, yakni pertanda kecil dari periode kerontokan total yang perlahan tapi pasti akan segera menyusul.Amin

  2. Hurairah & Jerry Says:

    Welcome to white house Mr Black Devil…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: