Gencatan Senjata Sepihak, Tipuan Israel

Mengumumkan gencatan senjata sepihak ketika Hamas masih menganggap perang yang dimulai agresor belum berakhir (karena tuntutan-tuntutannya belum dipenuhi) merupakan taktik keji. Israel ingin memanipulasi opini dunia sedemikaian rupa sehingga bila melakukan penyerbuan lagi dengan dalih membalas roket-roket yang ditembakkan Hamas maka ia ingin diakui aksinya sebagai aksi bela diri. Sejumlah media massa, termasuk di Indonesia pun ikut koor melaporkan “Israel Hentikan Perang”.

Selain itu, gencatan senjata Israel adalah tipuan semata karena tank-tanknya tidak ditarik sama sekali dari Gaza. Rupanya, Israel menganggap pendudukan berbeda dengan agresi. Padahal tuntutan Hamas dan faksi-faksi perlawanan adalah penarikan total dari Gaza, pembukaan pintu-pintu perbatasan, dan pembukaan blokade yang berlangsung dua tahun.

Meski telah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak, militer Israel tetap melakukan serangan udara ke Jalur Gaza. Hal tersebut dilakukan setelah roket-roket tetap meluncur dari arah Gaza ke selatan Isarel Minggu (18/1).

“Kami melakukan serangan melawan kelompok peluncur roket di Beit Hanun. Itu adalah regu yang juga meluncurkan ke dalam Sderot pagi ini,” ujar juru bicara militer Israel seperti dikutip AFP.

Isarel mengklaim, di hari pertama gencatan senjata sepihak yang diumumkan Israel, Hamas tetap melontarkan sejumlah roket ke wilayahnya, Sedikitnya empat di antara roket mendarat dekat pusat kota namun tidak melukai seorang pun.

Menanggapi insiden tersebut, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa gencatan senjata sangat lemah dan mudah dilanggar. Karenanya, Israel bakal melakukan evaluasi menit demi menit.

“Keputusannya pemerintah membolehkan tentara Israel membalas dan menyerang lagi jika musuh kami di Jalur Gaza tetap meneruskan serangan,” katanya usai rapat kabinet di Jerusalem. Ia mengatakan sebenarnya berharap serangan berakhir namun IDF (angkatan bersenjata Israel) akan merespon jika Hamas tetap meluncurkan roket.

Sebelumnya, pemerintah Iran mengatakan gencatan senjata Israel di Gaza tidak cukup untuk menghentikan konflik dengan Palestina. “Keberadaan pasukan di tempat-tempat ini pada hakekatnya adalah provokatif, dan tidak ada jaminan bagi diakhirinya perang itu,” katanya.

Mottaki mengatakan keputusan itu menunjukkan bahwa para pemimpin Israel telah gagal mencapai tujuan-tujuan mereka yang telah diumumkan itu. Iran adalah pendukung kuat Hamas , yang menguasai Jalur Gaza, dan tidak mengakui Israel musuh bebuyutannya itu. Hamas hanya akan menyetujui gencatan senjata jika Israel membuka blokade atas wilayah tersebut dan tidak ada kehadiran seorang pun serdadu Israel di Gaza.

Advertisements

2 Responses to “Gencatan Senjata Sepihak, Tipuan Israel”

  1. Mushadiq Ali Says:

    selamat mereguk kemenangan, wahai para pemberani!
    Allah bersama kalian.
    Allah bersama kalian.

  2. Kalb al-Hussain Says:

    Dalam sejarah perang…belum ada tuh yang namanya “Gencatan Senjata Sepihak”….
    Bilang aja keok…gitu aja kok repot.
    Selamat bagi haraqah al muqawammah al islamiyah (HAMAS)!!!
    Allahu Akbar!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: