Cinta Indonesia, Peduli Palestina

mughniyahhaniyah2346px-bung_tomo11

Saya mendapatkan posting dari sebuah milis. Karena bagus dan mencerahkan, penulis aslinya belum bisa dipastikan karena sudah beberapa kali menjadi korban “copas” alias copy paste dari milis-milis di belakangnya.

Kenapa Kita Memikirkan Palestina?

“Akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.” (Bung Tomo, Surabaya, 10 November 1945)


Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap negara tersebut. Misalnya hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?


Sebagai orang Indonesia, sejarah menjelaskan bahwa kita malah berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.


Dari sumber yang saya peroleh (insyaallah shahih); Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.


Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.


Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti
besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:”.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.

Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.


Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”


Berapa uang kita yang sudah diperuntukan kepada mereka yang dulu telah membantu moyang kita…?????


Dukungan Mengalir. Setelah Itu di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.


Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Shalat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.


Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca
Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.


Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih? tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.


Temen-temen gimana rasannya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dengan kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya???? karena mereka peduli Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan: “Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”


Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita. Temen-temen, setelah baca cerita ini sayapun tidak memaksa (kalau merasa keberatan) untuk turun kejalan, memberi sumbangan dana atau apalah namannya.


Saya juga belum paham betul duduk permasalah yang begitu ruwet di
palestina. Setidaknya kita diingatkan bahwa kenikmatan kita hari ini, tidak lepas dari bantuan moyang mereka jua????.dan saya hanya menegur diri saya sendiri, bahwa disana (palestina)sedang ada musibah kemanusiaan.

(posting ini dikirim oleh Doni Ashari Kurniawan [mailto:doni.a.kurniawan@ sat.co.id])

Advertisements

9 Responses to “Cinta Indonesia, Peduli Palestina”

  1. Sudah pernah baca ini sebelumnya tapi dari sumber lain. Intinya cool.

    Bravo.

  2. Dear …

    Ana merinding baca tulisan ini ust …. terbayang wajah Nabi yang berpesan bahwa kaum muslimin SATU !!!

    Assalamualaika Yaa Rasulillah …

  3. save palestine NOW

  4. sanggardewa Says:

    salam…,
    ana copy ya syed, sukron

  5. SANG PEWARIS Says:

    marilah seluruh masyarakat INDONESIA bersatu dalam satu ASPIRASI….FREE PALESTINE……..Ayolah Para Pemimpin Bangsa, Ulama, KArdinal,Romo,Pastur,Pendeta,Pandita,Bikshu bersatulah bersatulah untuk melawan penindasan zionis israel…..KHUSUS UNTUK PARA USTADZ DI KALANGAN SYIAH INDONESIA YANG BERDOMISLI DI JAKARTA RAYA DAN SEKITARNYA…..AYO turun ke jalan……….Masa ustadznya itu2 aja yang turun ke jalan….atau para ustadz tersebut berdoa dirumah lebih dari perjuangan turun ke jalan sebagi unjuk rasa aspirasi…..MANA APLIKASI DARI AJARAN keluarga Rasul Muhammad yang para ustadz Mulia jadikan bahan dalam khotbah2 nya…..apakah turun ke jalan terlalu rendah dibandingkan doa??????

    Wahai saudara2ku yang mengaku umat syiah……saudara punya Al Quds yang tidak dimiliki kelompok/majelis/atau perkumpulan dari mazhab atau agama apapun……..Tapi mana??????????????? apakah uymat syiah hanya 30,50,100,200 orang yang turun ke jalan?????

    Saya melihat di asyura setiap tahun banyak sekali umat syiah yang datang…tapi ketika unjuk rasa untuk palestine, KARBALA ABAD INi mana kalian semua………….

    Apakah ideologi Al Quds yang telah di deklarasikan oleh Sang Imam Yang Mulia ra hanya sebatas konsep dikalangan syiah Indonesia

  6. FREE GAZA …..
    Jangan sampai seperti “Kacang Lupa Kulitnya”
    Ayo Boikot Produk Amerika dan sekutu Zionisnya, karena tiap sen keuntungannya mereka jadikan peluru untuk membunuh warga Gaza.

    Labaik Ya Husein …..

  7. Artikelnya bagus menambah wawasan dan pengalaman saya trims ya…lanjutkan artikelnya saya tunggu. O iya…Teman boleh minta bantuannya? Saya lagi ikut lomba Speedy Blogging Competition 2008, dimana criteria penilaiannya blog adalah banyak pengunjung, posting dan komentar. Boleh saya minta komentar dari teman untuk artikel di blog saya? Please….. Kalau Boleh Kunjungi blog saya, hari ini saya baru posting artikel tolong komentarnya, komentarnya harus berkaitan dengan artikel yang di pilih teman. Ini alamatnya : http://regedit.blog.telkomspeedy.com/ terima kasih banyak.

  8. Nasionalisme adalah belenggu yang mengikat tangan dan kaki kita sehingga tak bisa berbuat apa-apa tatkala saudara-saudara kita di luar negeri teraniaya. Saatnya kita wujudkan Ummatan Wahidah dengan memperjuangkan kembalinya Khilafah Islamiyah yang akan mempersatukan ummat ini dalam satu wadah. Menjadi umat yang satu.
    Mari berjuang dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat baik rakyat biasa maupun para penguasa. Sadarkan mereka melalui perjuangan bersifat pemikiran, politik dan tanpa kekerasan.
    Laa izzata illa bil Islam
    Laa Islama illa bis syariah
    wa laa syariata illa bid daulah
    Daulah khilafah Rasyidah…

  9. Allahumma Sholli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad…. saya sangat terharu membaca ini… ya Allah…. begitu besar jasa saudara saudara kita dipalestina dalam mewudkan kemerdekaan kita… skrg mereka di hina, diinjak, dibunuh oleh zionis israel dan AS, apa yang kita (Indonesia) bisa perbuat tuk mereka????? izin copy bacaan ini ustad…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: