Sekutu-sekutu AS di Arab (1): Presiden Lima Kali atau Diktator?

egyptian_president_hosni_mubarak_and_the_israeli_pm_ehod_olmert__file_2007

Muhammad Hosni Said Mubarak, (lahir di Kafr-El Meselha, Al Monufiyah, 4 Mei 1928; umur 80 tahun) yang menjadi presiden Mesir sejak 14 Oktober 1981 adalah figur presiden mirip Soeharto karena menciptakan partai-partai oposisi ‘palsu” dengan parlemen palsu. Berikut profilnya:

Mubarak ditunjuk sebagai wakil presiden setelah pangkatnya naik di jajaran Angkatan Udara Mesir. Kemudian, ia menjadi presiden untuk menggantikan presiden Anwar Al Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal. Ia merupakan Presiden Mesir keempat untuk masa jabatan lebih dari 15 tahun sejak menjabat pada tahun 1981.

Sebagai Presiden Mesir, ia dianggap sebagai pemimpin yang paling berkuasa di wilayahnya.

Mubarak lahir pada 4 Mei 1928 di “Kafr El-Meselha”, Governorat Al Monufiyah (Mesir). Saat masih belajar di perguruan tinggi, ia bergabung dengan Akademi Militer Mesir hingga meraih gelar Bachelor’s Degree dalam Pengetahuan Militer pada tahun 1949. Pada tahun 1950, ia bergabung dengan Akademi Angkatan Udara dan kembali meraih gelar Bachelor’s Degree untuk Pengetahuan Aviation serta Ia mengajar di Akademi Angkatan Udara pada periode 1952-1959. Pada tahun 1964, ia diangkat sebagai Kepala Delegasi Militer Mesir untuk USSR.

Di bawah Konstitusi Mesir 1971, Presiden Mubarak memiliki kuasa yang luas atas Mesir. Bahkan, dia dianggap banyak orang sebagai seorang diktator, meskipun moderat. Ia dikenal karena posisinya yang netral dalam Konflik Israel-Palestina dan sering terlibat dalam negosiasi antar kedua pihak.

Setelah bergabung di Akademi Militer FROUNZ (Uni Soviet), ia menjadi Komandan Pangkalan Udara Barat Kairo (1964) dan menjabat Direktur Akademi Angkatan Udara pada tahun 1968. Pada tahun 1969, ia menjabat Kepala Staf Angkatan Udara dan Komandan Angkatan Udara serta Wakil Menteri Peperangan (1972). Pada 1974, ia dipromosikan ke peringkat Letnan Jendral dan Wakil-Presiden Republik Arab Mesir (1975).

Pada 1979, ia menjabat Wakil-Presiden Partai Demokratik Nasional (NDP) dan langsung menjabat Presiden Republik Arab Mesir pada 1981. Pada 1982, ia menjabat Presiden Partai Demokratik Nasional dan terpilih kembali sebagai presiden (1987). Periode 1989-1990, ia menjabat Ketua Umum Organisasi Persatuan Afrika “OAU”. Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 1993 dan menjabat lagi sebagai Ketua Umum Organisasi Persatuan Afrika “OAU” pada periode 1993-1994. Sejak Juni 1996, ia menjabat Ketua Umum Arab Summit. Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 1999 dan menjabat Ketua Umum G-15 pada periode 1998-2000.

Advertisements

6 Responses to “Sekutu-sekutu AS di Arab (1): Presiden Lima Kali atau Diktator?”

  1. mereka terbiasa makan bangkai dan minum darah.

  2. Muberak… Muberak… ups… Mubarak… Lebih mirip kuda Nil. Sejak lama Muberak… eh salah… Mubarak telah menjadi toielt Israel. Olmert + Muberak eh… Mubarak juga pasangan sejenis ya….

  3. para rakyat harus bertindak mengkritisi pemimpinnya yang lalim

  4. hi mubarak nampak jelas wajah anda seperti binatng jalang,bdoh dn tnpa tujuan

  5. muhammad ALI ALAYDRUS Says:

    go to hell mubarak

  6. Husain Jonnam Says:

    Sudah waktunya seorang mubarak digantung.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: