“Rosid dan Delia”, Novel Kedua Ben Sohib

rosiddelia_revisis-kecil

Setelah sukses dengan karya pertama, Da Peci Doce (yang ternyata “best seller), teman saya di TK kota Jember, Ben Sohib beberapa hari lagi akan menggebrak dunia pernovelan Indonesia dengan “Rosid dan Delia”.

Rosid dan Delian yang diterbitkan oleh Ufuk ini tidak sesederhana novel pertama, karena sumber konflik bukan lagi lagi peci dan rambut kribo tokoh utama, Rosid, namun ketegangan sensitif yang timbul karena “cinta terlarang”.

Sebagai pemuda pemberontak dan rada liberal, Rosid mendeklarasikan cintanya kepada Delia, tokoh yang sempat nongol sekilas pada Da Peci Code. Delia adalah produk budaya yang jauh berbeda dengan karakter Arwi (arab-betawi). Tidak hanya itu, “ntu dare kresten,” sungut Mansur al-Gibran, abah Rosid, pemilik toko peralatan akhirat di PGC.

Meski tidak berhasil (atau tidak berencana) menampilkan novel ini sebagai novel humor, karena terseret ke pewacanaan perkawinan lintas agama, Ben Sohib masih punya beberapa jurus yang sesekali akan membuat pembaca yang sedang tegang mengikuti adegan-adegan tegang, terpingkal-pingkal.

Rosid dan Delia, karena ditulis oleh insider, bisa dianggap konfirmasi spektakuler sebuah generasi muda dari elemen bangsa yang lumayan berpengaruh secara sosial keagamaan bahkan politik, tentang kehendak untuk dipandang sebagai fenomena “sini-kini” yang mengedepankan substansi ketimbang formalisme.

Keberanian durena (duda keren) ini dalam mendedahkan masalah akulturasi yang cukup sensitif ini, patut diacungi jempol.

Yang membuat saya tidak habis pikir, bagaimana seorang yang penampilannya tidak terlihat “lucu” (seperti cover boy novelnya), Ben bisa membuat SMS dan cerita-cerita yang menghibur.

Advertisements

13 Responses to ““Rosid dan Delia”, Novel Kedua Ben Sohib”

  1. Masyarakat sudah berubah, arus informasi sudah mengaduk-aduk ikatan-ikatan dan jurang-jurang pemisah yang dahulu mengkotak-kotakkan bangsa. Jadi pewacanaan kembali simbol-simbol masyarakat dan disesuaikan dengan apa yang terjadi di masyarakat Indonesia yang sangat heterogen dalam konteks “kini-sini” adalah akibat yang sangat wajar dan natural.
    Pewacanaan kembali ini kemudian menjadi isu dialektika antar generasi. Generasi terdahulu yang dibesarkan dengan cara lama akan memandang asing apa-apa yang diangkat oleh generasi sekarang yang terekspos dengan perubahan ini.
    Akhirnya, orang harus kembali ke premis awal tentang apa yang menjadi sebab terbentuknya sebuah bangsa. Apakah sukuisme dan etnisisme masih relevan dengan tema besar “Indonesia Raya”?

  2. MOSLEM GOTHE Says:

    Memangnya Pak Ben Sohib DUREN???? Sukses ya Bang Ben Sohib…..Semoga Laris Manis Tanjung Kimpul…Dagangan Laris Ujungnya Volvo Ngebul……

  3. ….Yang membuat saya tidak habis pikir, bagaimana seorang yang penampilannya tidak terlihat “lucu” (seperti cover boy novelnya), Ben bisa membuat SMS dan cerita-cerita yang menghibur…

    Ini satu lagi bukti kebenaran: seringkali dalam penampilan ‘super serius’ itulah, di baliknya terpendam ‘urat lucu’ yang tak henti2nya terus menggelinjang.

    Dan di sekitar kita, makhluk2 macam itu disediakan Tuhan teramat banyak jumlahnya, Ustadz. Dalam kehidupan saya, saya sudah seringkali ketemu, kok. [Sekedar info: orang tipe itu, ada juga yang bergelar Dr. lho. Tak bisa saya lupa bagaimana suatu ketika “Sang Dr.” itu dengan mimik serius dan spontan memesan ’empal’ dengan menganalogikannya sebagai ‘bibir Hollyfield’, yang kontan membuat pelayan rumah makannya terperangah membelalakkan mata, sementara saya, terjangkit kram perut saking nggak kuatnya menahan tawa].

    Hal ini tambah menyadarkan saya betapa ‘serius’ nya upaya Tuhan untuk membuat kita menikmati hidup ini dengan lebih banyak syukur dan tawa, daripada sumpah-serapah dan kesedihan. Wallahu a’lam

  4. berubah pikiran : mau komentar 😀

    ooooh ini toh delia nya….yg kemarin di cari2.

  5. KEMUNGKINAN BEST SELLER…….LAGI..!!!!!

  6. ibnu mustafa Says:

    Selamat buat ben sohib(ul) hikayat…….!

  7. Selamat buat BEN SOHIB(uL) Hikayat

  8. umma zahra Says:

    jadi penasaran nih..buruan atuh launching nya…

  9. tanggal brapa loncing nya?

  10. koreksi: Delia bukanlah tokoh yg sempat nongol sekilas di Da Peci Code. Setahu saya, selain Rosid, Delia merupakan tokoh utama dalam novel pertama Ben Sohib itu.

  11. rani nugraha saputri Says:

    duh… bgus buanget!!!! jangan lupa ajak ana yach tuk actink bareng

  12. rani nugraha saputri Says:

    bang ben….. bang ben bisa banget ci… lutcu kaya badut

  13. bgus bngeet novelnya,,,lucu,,,
    bsa nyanya ga,,klo dlam pbuat novel yg sngat di btuhkan dlam pembutanya,,,tuchh pa???skil dlm befikir,,or gmana???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: