Antara Jihad dan Jahat

Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera telah dieksekusi mati beberapa hari lalu. Pro dan kontra mengiringi peluru yang menembus dada para aktor “Bom Bali” itu. Sebagian menganggapnya sebagai pencoreng citra Islam dan sebagian menyebutnya sebagai pahlawan Islam. Di antara dua kelompok ini, tidak sedikit yang kebingungan mengambil sikap karena karena kerumitan seputar makna jihad dan mujahid. Terlalu banyak kata jihad yang diobral dan terlalu gampang orang digelari mujahid.

Terma jihad dan derivatnya digunakan sebanyak 35 kali dalam al-Qur’an. Jihad secara leksikal bermakna usaha dan memberdayakan serta mengerahkan kekuatan dan kemampuannya untuk mewujudkan satu tujuan; akan tetapi, karena derivasinya berasal dari mufa’alah, biasanya digunakan dalam hal-hal yang di dalamnya terdapat semacam korporasi, kerja sama, persyarikatan dan pertemanan.

Karena itu, dalam terma jihad biasanya pihak lainnya juga digunakan. Dan kedua belah pihak masing-masing berdiri pada barisannya dan berupaya untuk mengerahkan kemampuannya semaksimal mungkin sehingga dapat menaklukan salah satu pihak yang ada.

Tetapi, tentu saja, harus diperhatikan bahwa jihad tidak hanya berbentuk militer dan setiap jenis perlawanan dan pertempuran. Selain bercorak militer jihad juga bernuansa ekonomi atau budaya atau politik semuanya termasuk di dalam makna jihad ini.

Demikian juga harus diketahui bahwa terma jihad tidak selamanya bermakna positif. Terkadang terma jihad digunakan dalam makna negatif. Contohnya ayat 8 surah Ankabut (29). Dalam ayat ini, Allah Swt setelah memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua mereka, berfirman: “…Dan jika keduanya memaksamu (hadâ-ka) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya. Hanya kepadaKulah kembalimu, lalu Aku wartakan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan.”

Pada ayat yang lain disebutkan bahwa Allah Swt berfirman “’ala an tusyrika bi” (untuk menjadikanmu sekutu dengan-Ku) sebagai ganti firman “litusyrika bi” (untuk mempersekutukan-Ku): “Dan jika keduanya memaksamu untuk menjadikanmu sekutu dengan-Ku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS. Luqman [31]:15).

Pada ayat 15 Surah Luqman di atas, jelaslah kata jihad berkonotasi negatif. Karena di sana ada unsur memaksa si anak menjadi musyrik oleh usaha ibu bapaknya. Sebaliknya, pada ayat yang lain, terma jihad dan mujahadah yang digunakan memiliki makna positif yakni, usaha keras manusia untuk mewujudkan tujuan-tujuan sehat dan diridai oleh Allah Swt.

Usaha dan upaya positif semacam ini terkadang hanya memanfaatkan media-media finansial dan ekonomi, yang disebut sebagai jihad finansial; misalnya, menyumbang orang-orang sakit, membangun rumah sakit, sekolah bagi anak terlantar dan panti asuhan anak yatim.

Terkadang yang dimaksud dengan jihad adalah menentang nafs ammarah yang disebut sebagai “jihad melawan nafsu” atau “jihad akbar”. Sebagian besar ayat-ayat al-Quran memuat terma jihad dengan makna demikian. Di sini kita akan menyinggung ayat yang berkenaan dengan masalah ini.

Allah Swt berfirman: “Dan barangsiapa berjihad (jâhadah), maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. al-Ankabut [29]:6). Dan pada ayat lain Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjihad (jâhadû) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Ankabut [29]:69).

Bagaimanapun contoh jelas dan makna yang paling gamblang dari terma jihad adalah berperang di jalan Allah Swt dimana orang yang berjihad menempatkan diri mereka untuk mencapai syahid. Jihad semacam ini juga akan memiliki korelasi dengan jihad melawan hawa nafsu.

Pejuang sejati adalah orang yang mengorbankan diri dan ego serta kepentingannya, bukan malah mengorbankan nyawa orang lain dan masyarakat umum. Pejuang yang layak dianggap syahid adalah orang yang tidak menganggap remeh nayawa dan peluang hidup banyak orang.

Boleh jadi, dalam situasi perang melawan musuh, merakit dan meledakkan bom menjadi keharusan, tapi mengubah arena sipil menjadi medan pertempuran dengan musuh “yang bisa siapa saja” bukanlah tindakan yang harmonis dengan nilai dan filosofi jihad. Yang begini, bukan jihad, tapi jahat.(adilnews)

Advertisements

7 Responses to “Antara Jihad dan Jahat”

  1. Mushadiq Ali Says:

    mmm…, tapi emang kebanyakan muslim bingung menyikapi jihad, deh. habis rumit, sih maknain jihad dan mujahid. yang satu ngomong gini, yang lain ngomong gitu. pake-pake bendera agama, lagi. emang pembeda antara penjihad dan penjahat itu ‘tipis’ banget, ya? ato itu cuma karena jauh dari si penjelas berita legal nan orisinal?

    wonder which… ^ ^

  2. Alhamdulillah…
    Dapat tambahan pencerahan.
    Seperti biasa, nggak tahan lagi buat copas ke alifnews.. he..he..he
    Boleh ya Ustadz?

  3. Jangankan memahami makna jihad sesungguhnya. Bahkan Muslim di Indonesia khususnya belum paham apa, siapa dan bagaimana Tuhan itu. Jika mereka memahami apa. siapa dan bagaimana Tuhan itu mereka akan lebih mengenal Allah SWT, jika Umat Muslim ini mengenal dan memahami Allah SWT mereka gak akan salah dalam memahami Jihad. Dan mereka gak akan sembarangan me”label” Syuhada.

  4. Jika setiap orang memahami apa, siap dan bagaimana ALLAH swt.
    Maka setiap orang beriman pasti memburu orang2 kafir, orang2yang menyukai maksiat, orang2 yg tidak punya malu terhadap aurat dan berbuat zinah.

  5. mohon penjelasannya, saya pernah mendengar bahwa hadis tentang jihad melawan hawa nafsu adalah hadis do’if, benar gak?

  6. Ass.wr.wb… alangakah baiknya kalau bersangka baik ?
    urusan mereka berjihad atau tidak itu urusan ALLAH SWT.
    saya penah berdebat dengan orang salaf mengenai
    Ayahnya Imam Ali as.dengan emosi campur hikmah
    ia ngotot tetap mengatakan Abu Thalib sbgai org diluar dari Islam
    (asthgafirullah) entah dengan jalan apa tiba-tiba saya mengeluarkan
    kata kata yang membuat ia tidak bisa berkutik = bukankah didalam
    Islam itu harus bersangka baik ? karena kita sama sama punya
    dalil mas…lagian sosok pribadi yang kita bicarakan siapa ?
    nah sekarang Am rozzi cs. Mereka bukanlah siapa siapa seperti
    tokoh besar yang dipermainkan orang2 yang
    korban propaganda Bani Umayyah ,mereka belajar agama
    dengan seadanya,menghadapi kelelahan,kemarahan,perubahan
    sebagai mana manusia pada umumnya
    maka terjadilah bom bali. nekad jelas nekad.
    sebab akibat , Zionis,usa australia dll
    bahkan Indonesia tak lepas mbek mengikuti mereka
    yang jd masalah kok kita jadi berpecah (kontra ) ?
    tampa saudaraku sadari teryata kitalah yang memprovokasi
    perpecahan ini.
    kita telah menyampaikan berita kemaluan saudara kita sendiri.
    Ulama kita tidak dapat menjawab problem yang mengelinding
    melindas tatanan yang telah kita pahami
    kita sama sama tau siapa musuh kita ?
    tapi selalu menjawab dengan meyebelahi pihak musuh.
    Kita telah termakan propaganda
    Apa bedanya kita ama wahabi arab Saudi ?
    Apakah alangkah baiknya kalau kita katakan
    Hanya ALLAH SWT yang tau
    Karena jelas ini dalil ada Ulama yang pro dan kontra
    Dalam perbedaan mahzab kita harus saling menghargai
    Tampa Imam atau Marjah
    Agar persatuan Islam terdahulukan dari pada perbedaan
    Jadi No comment !!!
    Oh yahh tanks Pak Muhsin Labib dengan
    Buku Nainawa nya
    Mohon maaf kalau agak nyentil Pak ML
    Namanya saja Islam Protes
    Islamproletar

  7. Dalil harus sesuai dengan aturan dasarnya (Al-Quran). Seperti Peraturan/undang-undang harus sesuai dengan UUD.
    Hehe.. ikut nimbrung+ ikut nulis ngawur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: