“Habib Pemecahbelah”

Beberapa hari lalu seorang teman di Banjarmasin bernama Wahyu Herlambang menghubungi saya melalui ponsel. Dengan nada gemetar dan nafas tersengal-sengal, dia menceritakan situasi Banjarmasin hari itu yang menurutnya mencekam.

Saat saya tanya penyebabnya, dia mengeluhkan provokasi sektarian oleh seorang bergelar “habib” mencaci maki Syiah dan mengompori masyakarat santun Banjar untuk memperlakukan Syiah sebagaimana Ahamdiyah. Saya berusaha menenangkannya dengan mengatakan, “Tenang saja! Provokasi itu sudah sering dilakukan tapi tidak akan berpengaruh” “Tapi, dia adalah seorang “habib” yang sangat dihormati oleh masyarakat Banjar,” katanya menggusarkan saya. “Siapapun, bergelar habib atau tabib atau rahib sekalipun, tidak akan bisa melawan arus deras informasi di era teknbologi informasi ini,” kataku berusaha meyakinkannya. “Lalu, kita mesti bagaimana? Sementara provokasinya tampak mulai direspon oleh masyarakat awam,” katanya lagi penasaran.

Selanjutnya, saya berusaha mendinginkan jiwanya yang terbakar emosi. Beruntunglah, dia pun mengurungkan niatnya untuk membungkam mulut busuk si habib provokator itu. Kata terakhir yang menenangkan dia adalah” Bila anjing menggongong, jangan balas dengan menggongong. Bila dibalas dengan menggonggong, berarti ada dua anjing.”

Penentangan terhadap kehadiran Syiah di Indonesia didasarkan pada beragam motivasi dan tendensi, ada yang teolgis, politis dan ada pula yang psikologis.

Penolakan kaum wahabi lebih didasarkan pada alasan teologis karena memang jarak antara wahabi yang literal skriptural dan Syiah yang rasional filosofis lumayan jauh, apalagi memiliki visi politik yang berbeda; wahabi mendukung dinasti Saud dari Nejed yang despotik, glamour dan anti demokrasi serta pro Amerika. Sedangkan Syiah cenderung kritis dan menentang sistem kerajaan dan anti Amerika. Pertentangan ini dalam batas tertentu bisa dimaklumi, apalagi kini hubungan Iran dan Arab Saudi makin membaik, dan diskriminasi terhadap warga Muslim Syiah mulai berkurang.

Tapi yang menggelikan dan mengharukan adalah kegigihan sebagian kaum alawiyyin (karena tidak semua alawi layak menyandang predikat sayyid, menurut penulis) terhadap kehadiran mazhab di indonesia. Semula saya berprasangka baik bahwa penentangan ini semata-mata bersifat argumentatif. Namun kini dugaan itu tidak dapat dipertahankan lagi, terutama setelah melihat tendensi penentangan ini lebih bersifat personal dan sentimentil. Maksudnya? Selalu saja saat terdesak dalam diskusi, mereka menggunakan argumentum ad hominem, menyudutkan pihak lawan diskusi dengan sejumlah pernyatan klise yang irasional, seperti ‘apakah ente lebih pandai dari abah-abah kite?’, ‘apakah ente meragukan karamah dan kewalian mereka? dan sebagainya. Pertanyaan (baca: pernyataan) ini tentu sulit dijawab karena belum ada rumusan metodologi dan epistemologinya.

Gerombolan yang demen mengeksploitasi simbol sorban dan jubah ala Superman ini takut kehilangan kehangatan hidung yang menusuk telapak tangan mereka, kepala yang menunduk-nunduk di hadapan mereka dan penghormatan artifisial dari sekelompok Muslim yang hendak bertabaruuk kepada Nabi melalui mereka.

Syiah memamg berbeda dengan Sunni, tetapi tidak semestinya ajaran yang menjunjung tinggi rasionalitas dan berbasis pada filsafat yang kokoh ini dibenci.

Menolak atau menerima ajaran Syiah adalah hak setiap orang. Tapi fenomena organisme desktruktif gerombolan pecundang penabur benih perpecahan yang beakangan ini makin gencar menyemburkan kebencian terhadap Syiah di beberapa kota di Indonesia ini adalah lonceng kematian anarkisme sektarian dan nafas terakhir para pengusung jargon kosong yang akan menuai blunder besar, karena menentang realitas Indonesia yang majemuk.

13 Responses to ““Habib Pemecahbelah””

  1. damartriadi Says:

    “Maka Hizbullah (Partai Allah) lah yang akan menjadi pemenang…” (Al-Qur’an)
    Bagi kelompok pemecah belah umat, penerus lisan Iblis, penolong mustakbirin, akan ada waktu perjumpaan mereka dengan Allah. Dan sebaiknya mereka mulai berlatih menghadapi neraka yang dijanjikan oleh Allah, sungguh ini adalah perkara yang PASTI!!

  2. hehehe.. memang hal sperti itu patut disesalkan.. saya yang dari kecil hidup di lingkungan NU kadang merasa bertanya-tanya SENDIRI (tidak saya ungkapkan) hehehe..

    Kadng melihat “persaingan” antar habib ini, mau coment kok ga pantes,,, jadi ya khusnudzon aja.. mungkin saya salah sangka…

    Nanti jika memang terbukti khusnudzon saya yang salah, masyarakat juga pasti mengerti..

    nb: saya orang pekalongan.. antum pasti tau bagaimana peran penting habaib dalam keagamaan di daerah saya..

  3. Dunia ini memang beragam. Itulah yg bikin rame. Kalo semua cara pandang hanya satu perspektif, dunia jadi membosankan.

    Nah, di antara peran positif habaib yang menyebarkan agama nenek moyangnya di nusantara dengan welas asih dan damai, perlu jugalah sesekali muncul wajah habib yg representasi akumulasi keburukan perilaku manusia. Sehingga ia bisa menjadi cermin evaluasi diri agar kita tidak seperti makhluk penebar kebencian spt itu.

    Habib Abdurrahman Assegaf yg menebar teror bagi pengikut Ahmadiyah, juga Habib Tohir Alkaff yg kelahirannya di dunia hanya untuk membenci semua pengikut Ahlulbait (Syiah Ali) adalah bukti kekuasaan Tuhan, bahwa Dia berkuasa menghadirkan 2 iblis ke dunia kapan pun Dia kehendaki…

  4. Dear …

    Well, alhamdulillah bahkan bisa kita ucapkan atas apa2 yang terjadi dalam tulisan Ust.

    Alhamdulillah untuk perbuatan buruk yang PASTI hanya berlaku untuk yang berbuat, dan mereka yang berbuat baik pasti mendapatkan lipat ganda.

    Hidup Lipat Ganda !!

  5. “Siapapun, bergelar habib atau tabib atau rahib sekalipun, tidak akan bisa melawan arus deras informasi di era teknbologi informasi ini, –>hehehehe
    habib,tabib,rahib,sohib,…

  6. Beberapa hari sebelum kejadian tersebut. ikhwan banjarmasin baru “menemukan” komunitas ahlulbait di pelosok kalimantan, ternyata Allah langsung menguji silaturahmi tersebut.
    Alhamdulillah ……
    Terimakasih atas dukungan ustadz dkk

  7. WORLEWOR Says:

    Ada seorang Habib yg sukses menulis novel bahkan sukses sampai layar lebar, Habib ini populer dikalangan wahabi dan partai-partai wahabi lain nama Habib tersebut adalah Habiburahman Syihrazi

  8. abu turab Says:

    wahai habib habibyang merasa diri terhormat dengan gelar nya malu lah terhadap Nabi Muhammad saww karena kelakuan kalian tidak mencermikan sesuai dengan gelar kalian

  9. Dalam Bani Hasyim, ada sosok Rasulullah SAW dan Abu Lahab (paman Nabi). Maka tak heran kalau keturunan Bani Hasyim kini, entah habib, tabib, rahib, sohib dll, ada ngikuti Abu Lahab. Hee..he…he..

  10. WORLEWOR Says:

    Di kampung saya ada Habib yg jualan pecah belah, itu lebih baik dari pada yang di sana itu

  11. ana termasuk muhibbin juga, jadi ana termasuk orang yg kalo ketemu ulama baik dari kalangan habaib, arab maupun ajam, ana selalu berusaha utk mencium tangan atau sekedar berlambai tangan utk bertabaruk dengan beliau beliau itu.

    tapi habaib itu juga manusia, jangankan yg menjadi pemecah belah umat, habaib yg kerjanya maksiat juga banyak

    karena itulah, pernghormatan terhadap ahlul bait sebagai keturunan Nabi SAW hendaklah hanya sebatas penghormatan terhadap nasabnya, tapi kalau untuk memuliakan, hendaklah memuliakan mereka mereka yg bertaqwa baik aram atau ajam

  12. assalaamualaikum liman ittaba’al hudaa…
    alloh yahdiinaa,,,
    ilaa shirootikal mustaqiim..
    kembalilah kepada aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang berlogo besar
    LAA ILAAHA ILLALLOH WA MUHAMMADARROSUULULLOOH,,

    orang bijak pasti akan terus mencari kebenaran selagi nyawa masih dibadan,,
    tidak ada salahnya mari kita simak kembali apa itu syiah dengan berpedoman pada Qur’an da Hadits juga harus melalui Syekhul Mursyid..
    Alloh Yahdinaa,,

  13. taufikdelfi Says:

    ane bingung dengan gelar2 itu..apa pantas habib,tabib,atau semau kowelah ya..jadi sesama 1 aqidah,1 quran, satu Nabi untuk apa diributkan perbedaan ini, perbedaan itu harus di minimalisir dan persaudaraan harus di maksimalkan.HABIB yang ada di kalimantan tadi bisa nyembuIN AMBIEN ane tdk??itu lebih baik dari pada ribut2….ojo brantem bramtem yoooo…

Leave a Reply