Umat Islam dan Pemerintah RI Tolak Film Penghina Quran
Komunitas Umat Beragama Indonesia di Jakarta, Kamis, menolak rencana pemutaran film “Fitna” yang dibuat oleh anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders, yang isinya mendeskreditkan ajaran Islam.
Penolakan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin, Ketua Konferensi Wali-gereja Indonesia (KWI), Mgr. M.D. Situmorang, dan Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt. A.A. Yewangoe.
Pernyataan tersebut ditujukan kepada Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Jan Peter Balkenende, dengan tembusan pada Presiden RI, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, serta Duta Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.
Komunitas Umat Beragama Indonesia menyatakan, pemutaran film itu pastinya akan sangat menyakitkan perasaan umat Islam dan dapat menciptakan ketegangan baru bagi peradaban dunia, termasuk di antara para pemeluk agama.
“Dengan pertimbangan ini kami berharap Pemerintah Kerajaan Belanda dapat berusaha secara maksimal untuk mencegah pemutaran film dan penyebarannya,” kata Situmorang, membacakan pernyataan bersama tersebut.
Komunitas Umat Beragama Indonesia juga meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam mencegah penyebaran film tersebut di Tanah Air.
Menurut Hasyim Muzadi, jika film karya anggota Partai Kebebasan Belanda yang seorang atheis itu jadi disebarkan, maka pasti akan menimbulkan kehebohan di antara umat beragama, bukan hanya Islam.
“Khusus untuk Indonesia yang kita khawatirkan apabila itu terjadi adalah kalangan muslim salah paham, dikira itu serangan lain pada Islam,” katanya.
Oleh karena itu, para tokoh agama sebagai antispasi membuat pernyataan bersama yang bertujuan menyelamatkan harmoni kehidupan beragama di Tanah Air dan menunjukkan bahwa agama di luar Islam juga turut keberatan dengan film tersebut.
Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Benny Susetyo, menyatakan dampak film “Fitna” akan jauh lebih berat dari kasus karikatur Nabi Muhammad di Denmark.
Dikatakannya, ketegangan dunia Islam dengan Barat kini mulai mencair, dan keberadaan film “Fitna” bisa menumbuhkan ketegangan baru yang tentunya akan menguras energi.
“Karena itu, Pemerintah Belanda harus tegas demi perdamaian dunia,” katanya menambahkan. (*)
Sementara itu Pemerintah Indonesia meminta agar rencana anggota parlemen Belanda Geert Wilders, dari partai Kebebasan untuk memutar film “Fitna” dibatalkan. Film tersebut dikabarkan berisi hujatan terhadap agama Islam, dan kitab suci Al-Quran.
“Meskipun film tersebut belum diputar, tapi kalau nantinya film tersebut melukai umat Islam, lebih baik yang bersangkutan jangan memutar film tersebut,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu), Kristiarto Legowo dalam keterangan persnya di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2008).
Sebab, menurut Kristiarto, kalau nantinya film tersebut benar berisikan tentang hujatan kepada agama Islam, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak dan protes dari umat Islam diseluruh dunia. “Sebenarnya pemeritah Belanda sendiri sudah mendesak untuk tidak menanyangkan film tersebut,” paparnya.
Sebelumnya, sejumlah tokoh agama dari Indonesia juga prihatin dengan rencana anggota parlemen Belanda Geert Wilders. Para kumpulan ulama tersebut meminta agar pemerintah dan kerajaan Belanda untuk dapat bertindak secara optimal dalam mencegah penyiaran ini. (okezone)
March 14, 2008 at 3:14 pm
seorang atheis menghina Islam……., yang tidak atheispun juga menghina Islam…….., apa-apaan ini…… mereka semakin nampak kebodohan dan kedunguannya.
March 17, 2008 at 1:48 am
Bila demontrasi petisi dan pledoi tidak mampu menahan gelombang pembenci islam melalui karya dg berlindung dibalik kebebasan ekspresi kita merindukan AKSI sebagaimana fatwa imam Khomaini kepada Salman Rusydi, kapan mereka (pembenci) terima balasan setimpal sehingga efek jera dapat efektif berlaku ?
March 17, 2008 at 12:15 pm
gak masalah kok mereka menghina kita, toh kita tidak akan membalasnya dengan tindakan serupa. apapun yang mereka lakukan kepada kita insya allah akan kita balas dengan akhlak rasul saat melakukan shalat di depan ka’bah kemudian rasul dilempari dengan kotoran. apa yang rasulullah lakukan, beliau hanya berkata “allahumma ihdi qoumi fainnahum laa ya’lamuun” lalu sebagai umat yang menjadikan muhammad sebagai rasul dan suri tauladannya akankah kita melakukan melebihi apa yang rasullullah lakukan semisal menghujat dan melempari atau membalas dengan tindakan serupa. Yaa Rasul kami mencintaimu, anugerahi kepada kami kecintaan padamu dan bukan kepada kecintaan kepada simbol-simbol yang dapat menyesatkan kami. Yaa Allah berikan hidayahmu kepada mereka yang melecehkan mu sesungguhnya adzabmu sangat pedih
July 8, 2008 at 4:07 am
yg menghina agama, itu ditindak biar bisa menghargai keyakinan orang lain. Harusnya pembuat film fitna itu konsultasi dgn pakar2 dari thema film yg akan dia buat. Bukan hasil pikirannya sendiri.